Tol Sentul–Karawang Jadi yang Terdepan dalam 4 Proyek Baru Kementerian PU
PU Beberkan 4 Proyek yang Dikebut Selain Jalan Tol Bogor – Serpong via Parung
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan empat proyek jalan tol yang tengah dikebut selain Tol Bogor – Serpong via Parung. Keempat proyek tersebut kini berada dalam tahap persiapan di Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI).
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Wilan Oktavian mengatakan, Tol Bogor - Serpong via Parung menjadi salah satu proyek prioritas kementerian dengan telah ditandatanganinya perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) pada awal Oktober 2025. “Yang sudah assignment itu kita baru kemarin yang Bogor – Serpong, baru tanda tangan kontrak PPJT awal Oktober,” kata dia di Hotel Four Seasons, Jakarta, Senin (20/10/2025).
Menurut Wilan, empat proyek lainnya yang tengah disiapkan Kementerian PU, meliputi Tol Sentul Selatan – Karawang Barat (60,36 km), Tol Gilimanuk – Mengwi (96,84 km), Tol Pejagan – Cilacap (93,56 km), serta ruas Gedebage – Tasikmalaya yang merupakan bagian dari rencana awal Tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (Getaci).
Baca Juga
Perkuat Konektivitas Aceh hingga Bali, Prabowo Tetapkan 50 Proyek Jalan Tol Masuk PSN hingga 2030
“Sekarang masih direviu di DJPI. Kalau BPJT menerima yang sudah ready (tahap readiness criteria rampung),” jelas dia.
Dari keempat proyek tersebut, kata Wilan, Ruas Tol Sentul Selatan – Karawang Barat menjadi yang paling dekat untuk memenuhi readiness criteria. Setelah tahap tersebut rampung, BPJT akan melanjutkan ke proses lelang kerja-sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). “Nah, kita sekarang yang paling dekat menunggu readiness criteria untuk Sentul – Karawang. Jadi kalau readiness-nya siap, nanti BPJT akan melelangkan KPBU-nya,” tutur Wilan.
Proyek pembangunan Jalan Tol Bogor – Serpong via Parung resmi dimulai setelah dilakukan penandatanganan PPJT, Jumat (3/10/2025). Jalan tol sepanjang 32 km ini ditargetkan rampung pada Agustus 2028.
Kepala BPJT Kementerian PU, Wilan Oktavian menyampaikan, pengadaan tanah dijadwalkan dimulai pada awal 2026, sementara konstruksi akan dimulai Oktober 2026. “Pembangunan Jalan Tol Bogor – Serpong via Parung ditargetkan selesai pada Agustus 2028,” katanya di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (3/10/2025) lalu.
Baca Juga
Menteri PU Bidik Aturan Baru SPM Jalan Tol Rampung Desember 2025
Jalan tol ini dibangun dengan nilai investasi Rp 12,351 triliun tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Investasi ditanggung oleh PT Bogor Serpong Infra Selaras (BSIS), konsorsium yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Persada Utama Infra (52%), PT Jasa Marga Tbk (26%), PT Adhi Karya Tbk (12%), dan Hutama Karya Infrastruktur (10%).
Tol Bogor – Serpong via Parung terdiri dari empat seksi, yaitu Seksi 1 Junction Salabenda – Simpang Susun (SS) Pondok Udik (3,97 km), Seksi 2 Pondok Udik – Putat Nutug (9,27 km), Seksi 3 Putat Nutug – Rumpin (8,23 km), dan Seksi 4 Rumpin – Junction Serpong (10,56 km).

