Boeing Ingin Gabung Kadin untuk Perkuat Ekosistem Kedirgantaraan Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Boeing Indonesia menyatakan keinginannya untuk menjadi anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem kedirgantaraan nasional.
Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde menyatakan, kemitraan dengan Kadin akan menjadi langkah strategis memperluas kerja sama di sektor penerbangan, khususnya dalam bidang pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), memperkuat rantai pasok, dan fasilitas perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) di Indonesia.
“Dari perspektif Boeing, kami ingin mempererat kemitraan dengan Kadin. Kami juga sedang dalam proses untuk menjadi anggota, jika memungkinkan,” kata Indra dalam pertemuan Kadin dan US-ASEAN Business Council (US ABC) di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (16/10/2025).
Ia menambahkan, kemitraan ini diharapkan dapat mendorong penguatan sektor kedirgantaraan Indonesia seiring proyeksi kebutuhan sekitar 1.500 pesawat baru dalam 20 tahun ke depan. “Hubungan Boeing dengan Indonesia telah terjalin lebih dari 76 tahun. Kami berkomitmen untuk terus menjadi bagian dari pertumbuhan ekosistem kedirgantaraan di Indonesia,” tutur Indra.
Merespons hal itu, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya N Bakrie menyambut positif rencana Boeing menjadi bagian dari Kadin. Menurutnya, langkah tersebut sejalan semangat Kadin Global Engagement Office (GEO) yang berfokus memperkuat interaksi bisnis global dan mendorong transfer pengetahuan di berbagai sektor strategis, termasuk kedirgantaraan.
“Di Kadin GEO, kami memiliki berbagai unsur, mulai perusahaan swasta, BUMN, hingga usaha kecil dan menengah. Kami juga melihat potensi besar bagi Boeing untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi dan rekayasa bagi generasi muda Indonesia,” jelas Anindya.
Dia menambahkan, pemerintah saat ini tengah menjalankan program magang nasional yang melibatkan hingga 100.000 peserta. Perusahaan asing juga dapat berpartisipasi melalui jalur perusahaan penanaman modal asing (PMA). “Program ini merupakan peluang besar bagi generasi mendatang dan perusahaan seperti Boeing dapat menjadi bagian darinya,” tandas Anindya.
Selain itu, lanjut Anindya, Kadin GEO mendorong kerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk perusahaan global, seperti Boeing dan US ABC, dalam rangka memperkuat perdagangan, investasi, dan rantai pasok lintas negara.
“Kami ingin setiap kunjungan luar negeri membawa narasi yang konsisten terkait perdagangan dan investasi. Karena itu, kolaborasi dengan mitra seperti Boeing sangat relevan,” pungkas Anindya.

