Menteri Ara Siapkan Sinergi Hunian dengan Proyek Tanggul Laut Raksasa
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan, pihaknya akan menemui Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf untuk mensinergikan infrastruktur tanggul laut raksasa atau giant sea wall (GSW) dengan sektor hunian.
“Ya, nanti kita akan ngobrol lah. Kebetulan saya kenal baik sama beliau (Didit Herdiawan Ashaf), yang dipercaya, nanti kita ngobrol pada waktunya lah. Kan kita ngobrol dahulu dong visi besarnya, dan itu tugas berat, tentu kita bersinergi,” kata Ara, sapaan akrab Maruarar, saat ditemui di kantor Badan Pusat Statistik (BPS), Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Baca Juga
Pembentukan Otorita Tanggul Laut Raksasa Dikebut untuk Proyek Raksasa Pesisir Jawa Rp 1.304 T
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membuka kemungkinan proyek tanggul laut raksasa di pantai utara Jawa akan didanai investor asing.
Pemerintah tengah mematangkan komunikasi dan membuka ruang kerja sama dengan mitra internasional untuk membiayai megaproyek tersebut. “Kami membuka ruang komunikasi dan kerja sama dengan semua pihak, dalam dan luar negeri. Pada akhir nanti akan kita sampaikan,” kata Agus di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/8/2025) seusai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto.
AHY menegaskan, skema pembiayaan tanggul laut raksasa akan melibatkan kombinasi dana pemerintah dan badan usaha swasta. Namun, ia menekankan bahwa komposisi proporsi pendanaan masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut.
Baca Juga
Prabowo Resmi Lantik Kepala Badan Otorita Pengelola Tanggul Laut Pantura Jawa
“Tentunya kombinasi, kerja sama pemerintah bersama badan usaha adalah yang terbaik. Nah persentasenya seperti apa tentu harus kita bicarakan lebih lanjut,” ujarnya.
Proyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall pantura Jawa dianggap sebagai solusi strategis untuk mencegah banjir rob, abrasi, dan penurunan muka tanah yang mengancam kawasan pesisir, khususnya Jakarta dan sekitarnya. Proyek ini diproyeksikan tidak hanya melindungi kawasan padat penduduk, tetapi menjaga keberlangsungan kawasan industri strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

