Mengintip Proses Kemilau Timah di TSL Ausmelt Furnace PT Timah
BANGKA BELITUNG, investortrust.id - Peleburan atau smelting menjadi salah satu cara atau proses yang dilakukan untuk mengelola mineral timah. Salah satu nya smelter baru yang dimiliki PT Timah Tbk di Mentok, Kabupaten Bangka Barat. Dengan total investasi sebesar Rp1,2 triliun dan menggunakan teknologi peleburan Top Submerge Lance (TSL) Ausmelt Furnace Smelter yang mampu mengolah biji timah kadar rendah mulai dari 40-70 persen Sn dengan kapasitas produksi mencapai 40.000 metrik ton timah cair per tahun atau 35.000 metrik ton ingot per tahun.
Tahap demi tahap yang dikerjakan di smelter dimulai bahkan sejak dari mineral timah masih berbentuk pasir. Pertama, timah yang didapatkan dari proses penambangan, akan diproses ke pencucian timah (wahing plant) untuk mendapatkan timah yang terpisah dengan mineral lain yang didapatkan dalam proses pertambangan. Selanjutnya, Timah yang didapatkan dari pencucian timah akan dioproses konsentrasi timah (mineral dressing), mineral ikutan lainnya akan dipisahkan sehingga didapatkan bijih timah dengan kadar yang memenuhi standar peleburan. Proses peningkatan kadar bijih timah ini dilakukan untuk mendapat produk akhir berupa logam timah berkualitas dengan kadar Sn yang tinggi dengan kandungan pengotor (impurities) yang rendah.
Setelah mendapatkan bijih timah yang mempunyai kadar Sn yang tinggi, maka dilanjutkan ke proses peleburan (smelting). Logam timah yang sudah dilebur selanjutnya melewati proses pemurnian dengan menggunakan crystallizer dan electrolytic refining untuk mendapatkan logam timah yang berkualitas tinggi dan kadar timbal (Pb) yang rendah. Hasil dari proses ini didapatkan logam timah yang berbentuk balok atau batangan yang mempunyai skala berat berkisar antara 23 kg sampai dengan 27 kg per batang. Logam timah yang dihasilkan PT TIMAH Tbk mempunyai merek dagang yang terdaftar di London Metal Exchange (LME).

