Pembangunan Smelter Freeport Capai 84%, Beroperasi Akhir 2024
JAKARTA, Investortrust.id – Perusahaan pertambangan tembaga dan emas PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya pada upaya hilirisasi di industry lewat Pembangunan smelter tembaga di Gresik. Saat ini, perkembangan pembangunan smelter telah mencapai 84% sesuai dengan rencana dan diharapkan dapat beroperasi penuh pada akhir 2024.
"Saat ini PTFI juga sedang membangun smelter tembaga di Gresik, yang merupakan smelter single line terbesar di dunia. Saat ini, perkembangan pembangunan proyek smelter telah mencapai 84 persen kemajuan sesuai dengan rencana dan diharapkan dapat beroperasi penuh pada akhir 2024," demikian disampaikan Direktur Utama PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas dalam pernyataan tertulis yang diterima Jumat (27/10/2023).
Baca Juga
Freeport Kerek Produksi Tembaga Jadi 220 Ribu Ton per Hari di 2024
Disampaikan Tony, smelter PTFI akan mengolah konsentrat tembaga menjadi produk yang lebih murni, seperti katoda tembaga dan emas batangan.
Tony menyampaikan komitmen PTFI untuk menyelesaikan pembangunan proyek smelter ini. "Kami akan menyelesaikannya karena smelter ini dianggap sangat penting bagi Indonesia, dan ini mendukung visi Pak Jokowi dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dengan peran penting tembaga di dalamnya," tuturnya.
Selanjutnya, Tony menyatakan PTFI juga berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon sebesar 30 persen pada tahun 2023. "Sekarang ini kita telah mencapai sekitar 22-23 persen dari target tersebut. Kami optimistis bisa mencapai target tersebut," katanya.
Baca Juga
Sudah Ada 38 Smelter Nikel, Investasinya Capai US$ 15,8 Miliar
Berikutnya terkait komitmen PTFI terhadap keberlanjutan lingkungan, Tony mengatakan ada lebih dari 1.600 hektare lahan operasional PTFI yang telah direhabilitasi. Saat ini, area tersebut sudah kembali menjadi area bervegetasi. Selain itu, sudah lebih dari 400 hektare area overburden juga telah mengalami proses serupa. "Hal ini mencerminkan komitmen PTFI dalam menjaga lingkungan," ujarnya.

