Buktikan Kompak, Erick Akan Ngantor di Danantara Setiap Minggu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri BUMN Erick Thohir menekankan adanya kekompakan dan kesamaan visi dengan manajemen Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Ia memastikan baik Kementerian BUMN dan BPI Danantara ini memiliki hubungan yang baik dan saling mendukung satu sama lain.
"Kami bersama Danantara sangat berhubungan baik, saling mendukung," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/7/2025).
Erick mengungkap antara Kementerian BUMN dan Danantara kini telah memiliki peran serta fungsi masing-masing. Menurutnya, Danantara akan memaksimalkan peran operasional dan investasi, sedangkan Kementerian BUMN bertugas pada sisi pengawasan dan regulasi.
Bahkan ia menyebut telah menjadwalkan akan berkantor di Wisma Danantara setidaknya satu kali setiap pekan.
"Alhamdulillah saya diberikan kantor di Danantara, dimana sudah ada kesempatan insya Allah setiap seminggu sekali minimum saya akan berada di sana untuk mendapatkan laporan ataupun (memberikan) support system yang diperlukan," sambutnya.
Sementara itu Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR mengusulkan pagu indikatif tahun 2026 sebesar Rp 604 miliar. Untuk diketahui Kementerian BUMN sebelumnya menerima alokasi pagu indikatif untuk tahun 2026 sebesar Rp 150 miliar.
Baca Juga
Erick Jelaskan Tugas Baru Kementerian BUMN Setelah Ada Danantara
Menurut Erick pagu indikatif yang ditetapkan tersebut dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhaan Kementerian BUMN sepanjang tahun 2026. Ia mengatakan nantinya Kementerian BUMN bakal fokus untuk memperkuat fungsi regulator dan pengawasan perusahaan-perusahaan di bawah operasional Danantara.
Ia berdalih, pagu indikatif sebesar Rp 150 miliar hanya mencukupi untuk kebutuhan belanja pegawai dan operasional minimum.
“Kami memerlukan pendanaan kurang lebih Rp 604 miliar,” ungkapnya saat menyampaikan paparan dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR.
Revitalisasi Plaza Mandiri Jadi Wisma Danantara
Wisma Danantara ini dulunya merupakan kantor pusat Bank Exim, sebelum merger menjadi Bank Mandiri. Selesai dibangun pada 1995, gedung ini kemudian menjadi kantor pusat Bank Mandiri dan dinamai Plaza Mandiri.
"Kini telah resmi pula digunakan sebagai Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Pembangunan gedung ini merupakan salah satu wujud komitmen Waskita dalam membangun bangsa, kami merasa bangga, proyek yang kami bangun dapat dimanfaatkan untuk mendukung kerja pemerintah," ujar Corporate Secretary WSKT Ermy Puspa Yunita dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id, Rabu, (2/7/2025).
Ermy menjelaskan Wisma Danantara Indonesia memiliki 32 lantai dan dua basement. Lokasinya pun strategis karena berada tepat di tepi jalan protokol Gatot Subroto. "Bangunan ini dekat dengan akses transportasi umum dan jalan tol. Jaraknya hanya sekitar 300 meter dari Halte Transjakarta Gatot Subroto LIPI," sambung Ermy.
Gedung itu, lanjutnya, juga bisa diakses menggunakan MRT Jakarta. Jarak ke Stasiun MRT Istora Mandiri, hanya sekitar 1,2 kilometer (km). Dekat pula dengan Gerbang tol (GT) Semanggi 1 maupun GT Semanggi 2.

