Menteri Ara Tawarkan Proyek Hunian Vertikal di Karawaci Rp 1,2 Triliun untuk Investor
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menawarkan proyek pembangunan hunian di Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten senilai US$ 78,76 juta (Rp 1,2 triliun) kepada investor domestik maupun mancanegara dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025.
"Terkait potensi lahan, itu yang paling bagus ada di Karawaci. Ini daerah yang sangat strategis," papar Ara, sapaan akrab Maruarar, di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (11/6/2025).
Dia meyakinkan para investor bahwa tidak ada penduduk atau penghuni di atas lahan tersebut sehingga lahan di Karawaci berstatus clean and clear. "Yang paling penting tidak ada penghuni di atas lahannya. Banyak lahan-lahan negara yang diduduki penduduk, tetapi untuk yang ini tidak," jelas Ara.
Baca Juga
Lippo Karawaci Dukung Ketahanan Ekonomi Melalui Kemitraan dengan UMKM dan Kolaborasi Lokal
Politikus Gerindra itu berharap ada investor yang tertarik untuk berinvestasi pada proyek pembangunan hunian di Karawaci. "Mudah-mudahan ada investor yang tertarik, karena saya juga sudah mendapatkan korespondensi dan kita sudah bertemu dengan beberapa investor asing. Mudah-mudahan di sini ada investor yang tertarik, nanti tim saya bisa menemani," katanya.
Pembangunan hunian di Karawaci merupakan salah satu proyek perumahan yang ditawarkan pemerintah kepada para investor domestik maupun asing pada acara ICI 2025. Proyek hunian tersebut akan dibangun di lahan seluas 37.779 m2 yang strategis karena lokasinya berdekatan dengan kampus, Rumah Sakit Siloam, dan sebagainya.
Baca Juga
Rencananya di atas lahan tersebut akan dibangun hunian vertikal sebanyak 14 tower dengan total 3.136 unit. Adapun hunian vertikal tersebut peruntukannya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan non-MBR. Total nilai investasi proyek tersebut sebesar US$ 78,76 juta (Rp 1,2 triliun).
Sebelumnya, Menteri Ara telah mengusulkan ke Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan aset idle, salah satunya lahan sitaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) di Karawaci, Tangerang untuk dibangun rumah.
Ara menjelaskan, dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto, Kepala Negara meminta agar aset-aset negara yang tidak dimanfaatkan, seperti lahan idle milik BUMN, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan, hingga milik eks debitur BLBI untuk dimaksimalkan ke penyediaan hunian.
Ara menjelaskan, lahan milik eks debitur BLBI, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) tersebut segera dimanfaatkan karena merupakan lahan idle, berstatus clean and clear atau tidak bersengketa, dan tidak ada masyarakat yang tinggal di lahan tersebut.
Adapun pemanfaatan aset idle ini dalam rangka percepatan program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

