Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah AI Global South Forum
PARIS, investortrust.id - Indonesia resmi mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah AI Global South Forum 2025 yang diselenggarakan UNESCO. Forum ini merupakan sarana pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi negara berkembang di Asia, Afrika, dan Pasifik Selatan.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Partia menyebut, pengajuan diri Indonesia sebagai tuan rumah tidak lepas dari kerberhasilan Indonesia menyelesaikan Readiness Assessment Methodology (RAM) UNESCO.
Baca Juga
Dorong Produktivitas, BRI (BBRI) Eksplorasi Kecerdasan Buatan
“Keberhasilan ini adalah bukti komitmen Indonesia dalam mengembangkan ekosistem kecerdasan buatan (AI) yang bertanggung jawab dan beretika,” kata Nezar seusai pertemuan dengan Asisten Direktur Jenderal Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora UNESCO Gabriela Ramos di kantor UNESCO, Paris Prancis, Selasa (11/2/2025).
Lebih lanjut, Nezar menyebut, pencapaian Indonesia dalam implementasi RAM jadi salah satu pertimbangan dan bukti nyata kerja sama yang baik dengan UNESCO.
“Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan UNESCO yang memungkinkan Indonesia menyelesaikan RAM dengan cepat. Kami sangat berterima kasih atas dukungan UNESCO," sambung Nezar dalam keterangan yang diterima, Kamis (13/2/2025).
Menurut Nezar, kolaborasi antara Indonesia dan UNESCO makin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain kunci dalam pengembangan AI global.
Wamenkomdigi berharap, dengan menjadi tuan rumah AI Global South Forum 2025, Indonesia dapat berkontribusi membangun tata kelola AI yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menginspirasi negara-negara lain.
Baca Juga
Indonesia telah menunjukkan langkah konkret dalam ekosistem AI, termasuk menyusun strategi nasional AI sejak 2020, yang mencakup lima sektor prioritas, yakni kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan, riset, serta industri dan ekonomi digital.
Sementara itu, Gabriela Ramos menyambut baik keinginan Indonesia menjadi tuan rumah forum AI tersebut. Ia menilai Indonesia telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam pengembangan AI dan dapat menjadi contoh bagi negara lain. “Kami sangat mendukung inisiatif Indonesia. Ini adalah kesempatan besar untuk menunjukkan peran Indonesia sebagai pemain kunci dalam AI global,” kata Gabriela.
Selain itu, Gabriela mengajak para ahli AI Indonesia untuk berbagi pengalaman dengan negara lain dalam menyusun RAM dan mengembangkan AI yang bertanggung jawab. “Kami berharap Indonesia terus berkontribusi dan berbagi pengalaman dengan negara-negara berkembang lainnya,” tambahnya.
Jika terpilih, AI Global South Forum 2025 akan menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pemimpin dalam pengembangan AI di negara berkembang dan mendorong kerja sama internasional dalam inovasi teknologi. (C-13)

