Pembukaan Jaringan 6 GHz Diharap Dorong Ekonomi Digital Indonesia, Ini Alasannya!
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meresmikan pembukaan pita frekuensi 6 GHz untuk Wi-Fi 6E dan Wi-Fi 7. Langkah ini pun diyakini akan mendorong ekonomi digital Indonesia berkat dukungan konektivitas yang kencang.
Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi, memuji langkah dari Komdigi. Menurutnya, keputusan ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan teknologi Wi-Fi dan 5G di Tanah Air.
"Pembukaan frekuensi 6 GHz akan memberikan manfaat besar bagi konektivitas dan ekonomi digital di Indonesia, tetapi juga membawa tantangan dalam regulasi dan strategi implementasi. Keputusan pemerintah dalam mengalokasikan spektrum ini akan menentukan arah perkembangan Wi-Fi dan 5G di Indonesia ke depan," ujar Heru Sutadi saat dihubungi investortrust.id, Minggu (9/2/2024).
Baca Juga
Indonesia Buka Pita Frekuensi 6 GHz, Dorong Revolusi Wi-Fi 6E dan Wi-Fi 7
Menurut Heru, frekuensi 6 GHz memiliki kecepatan lebih tinggi, latensi lebih rendah, dan kapasitas jaringan yang lebih besar, yang sangat dibutuhkan untuk aplikasi real-time seperti video conferencing, cloud gaming, serta teknologi AR/VR.
“Dengan kapasitas tambahan ini, kemacetan jaringan di spektrum 2,4 GHz dan 5 GHz bisa dikurangi, sehingga pengalaman pengguna dalam konektivitas nirkabel akan lebih lancar,” jelas pakar teknologi tersebut.
Sekadar informasi, spektrum 2,4 GHz dan 5 GHz yang digunakan untuk Wi-Fi sudah semakin padat dan mengalami kemacetan, terutama di area dengan kepadatan pengguna tinggi seperti perkantoran, kampus, dan pusat perbelanjaan. Dengan adanya tambahan kapasitas dari 6 GHz, pengguna akan merasakan peningkatan stabilitas dan kecepatan koneksi yang lebih baik.
Dari sisi ekonomi, peningkatan kualitas jaringan juga dapat mendukung pertumbuhan UMKM berbasis digital, startup teknologi, hingga industri kreatif, yang semakin bergantung pada konektivitas internet yang cepat dan stabil.
Laporan dari Wi-Fi Alliance menyebutkan bahwa pada tahun 2025, Wi-Fi 6E dan Wi-Fi 7 diperkirakan akan menyumbang lebih dari US$ 4,9 triliun terhadap ekonomi global, yang menunjukkan betapa besarnya potensi spektrum 6 GHz ini.
Meskipun manfaatnya besar, pemerintah juga masih perlu menentukan strategi terbaik dalam mengalokasikan spektrum ini. Jika berhasil dikelola dengan baik, Indonesia berpeluang menjadi salah satu pemimpin dalam transformasi digital di kawasan Asia Tenggara. (C-13)

