Bahlil Jamin Keandalan Listrik di Indonesia Timur Periode Nataru
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin keandalan pasokan dan suplai listrik di Indonesia Timur, khususnya wilayah Maluku dan sekitarnya selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).
Bahlil memandang kondisi ini sekaligus menjaga aktivitas dan pertumbuhan perekonomian masyarakat tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Saya dapat pastikan dengan kesiapan yang dilakukan oleh teman-teman PLN untuk persiapan Natal dan Tahun Baru, InsyaAllah listrik aman," kata Bahlil dalam keterangannya, Kamis (19/12/2024).
Bahlil mengungkapkan, Pembangkit Listrik Terapung Barge Mounted Power Plant (BMPP) Nusantara I yang terletak di kota Ambon, Provinsi Maluku, memiliki kapasitas terpasang 60 MW dengan menggunakan mesin diesel berbahan bakar minyak (HSD) atau gas sebagai sumber energi utamanya.
"Keberadaan pembangkit tersebut dapat menjaga stabilitas kondisi kelistrikan kota Ambon. Ini ada 60 MW. Jadi kapasitas terpasang sekarang di seluruh Ambon ini sekitar 100 MW. Kita peak-nya di antara 60 MW sampai 70 MW. Jadi cadangannya masih ada sekitar 30 MW," ujar dia.
Terkait wilayah 3T yang belum terlistriki, Bahlil meminta kepada PT PLN untuk segera memberikan akses kelistrikan di daerah tersebut. Ini sebagai respons cepat pemerintah dalam mewujudkan energi yang adil dan merata di seluruh pelosok Indonesia.
"Bagi saudara-saudara kita yang memang desanya belum ada listrik, saya sudah minta kepada Direktur Jenderal Ketenagalistrikan dan Kementerian ESDM untuk segera melakukan program listrik masuk desa supaya kita bisa bekerja sama dengan PLN. Itu menjadi program dan perintah Presiden Prabowo agar memastikan semua rakyat harus mendapatkan fasilitas listrik," ungkap Bahlil.
Dipaparkan oleh Bahlil terdapat beberapa desa di Maluku yang belum terlistriki selama 24 jam. Rinciannya ada 305 desa yang listriknya baru 6 jam dan ada sekitar 200 desa lebih yang listriknya 12 jam.
"Saya sudah meminta kepada General Manager PT PLN Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua agar listrik yang 12 jam dijadikan 24 jam dan yang 6 jam itu dijadikan 12 jam. Memang ini bertahap," jelas dia.
Baca Juga

