Kredit Perbankan Terus Didorong, Tapi Siapkah UMKM Naik Kelas?
JAKARTA, investortrust.id - UMKM telah menjadi bagian penting perekonomian Indonesia. Salah satu upaya untuk mendorong UMKM berkembang yaitu bantuan permodalan.
Meski demikian, menurut catatan Kepala Center of Digital Economy and SMEs, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eisha Maghfiruha Rachbini, dari total seluruh kredit perbankan, hanya 20,65% yang disalurkan.
“Kalau misal kita lihat alokasi UMKM terhadap total PDB secara keseluruhan hanya 6,9%” kata Eisha saat Diskusi Publik Ekonom Perempuan Indef, yang digelar daring, Kamis (28/12/2023).
Eisha mengatakan persentase pinjaman bank kepada UMKM terhadap PDB tersebut terbilang rendah jika dibanding negara lain. Di China misalnya, pada 2021 pinjaman untuk UMKM terhadap PDB telah melebihi 40%.
Baca Juga
“Sementara itu, di Malaysia dan Thailand di kisaran hampir 20%” kata dia.
Eisha mengatakan, jika melihat perkembangan kredit UMKM pada 2022, terdapat anomali. Meski terjadi lonjakan kredit untuk UMKM hingga 27,47%, Eisha mengingatkan kualitas penerima kreditnya.
“Perlu dilihat juga UMKM (penerima) siap atau tidak,” ucap dia.
Menurutnya, UMKM perlu memiliki daya saing. Sehingga bisa mendapatkan pembiayaan dari perbankan. Salah satu cara untuk meningkatkan daya saing tersebut yaitu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi.
Baca Juga
Bukti Dorong Ekonomi Kerakyatan, BRI Konsisten Beri Pendampingan UMKM
Dua kemampuan inilah yang menurut Eisha belum dimiliki UMKM. Sebab, UMKM di sektor perdagangan masih mendominasi dengan angka penerima kredit sebesar 48,78%.
“Ini karena yang paling menguntungkan di sektor perdagangan karena dengan jual-beli, UMKM dapat margin, barangnya cepat laku, sedangkan di pertanian dan industri pengolahan ini kurang,” ujar dia.
Untuk meningkatkan kemampuan UMKM di sektor pembiayaan dan digital, Eisha menyarankan agar ketimpangan digitalisasi UMKM berupa akses infrastruktur dan konektivitas digital dapat dibuat merata di seluruh Indonesia. Selain akses, UMKM perlu mendapat literasi digital sehingga meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bagi pelaku UMKM.
“Untuk akses pembiayaan perlu juga didorong formalitas dan legalitas UMKM sebagai sektor usaha formal. Kemudian karena ini ekosistem digital perlu ada sinergitas kelembagaan dan kepastian regulasi,” ujar dia.
Baca Juga
Bank Mandiri Salurkan Pembiayaan UMKM lewat Fintech Grup Salim Rp 50 Miliar

