Bappenas: Indonesia akan Memfokuskan Industrialisasi Prioritas untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan bahwa industrialisasi bukan lagi menjadi faktor terpenting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
“Industrialisasi itu memang penting sebagai core, tetapi bukan satu-satunya,” kata saat diskusi Urgensi Industrialisasi Dalam Mencapai Target Pertumbuhan 8%” yang digelar Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, di Jakarta, Rabu (16/10/2024).
Industrialisasi ke depan, menurut dia, harus kuat dan terfokus. Industrialisasi dengan broad based policy tak lagi bisa digunakan. “Kita harus mencontoh negara-negara lain yang berhasil menggulirkan industrialisasi melalui selective priority untuk industry atau industrialisasi terfokus maupun prioritas,” ucap dia.
Baca Juga
Apresiasi PMI Manufaktur RI Terus Ekspansif, Ketum Kadin Anindya Ungkap Industrialisasi Terjadi
Pada pemerintahan Prabowo Subianto mendatang, menurut dia, industrialisasi yang terfokus akan menjadi jangkar pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan sektor industri tersebut harus lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi itu sendiri.
“Misalnya kita memiliki pertumbuhan ekonomi 5%, maka sektor industri tertentu harus tumbuh (di atas) 5%. Kalau di bawh 5% tentu sumbangannya akan turun terus,” ujar dia.
Dalam lima tahun mendatang, kata dia, pemerintah akan terus memaksimalkan hilirisasi. Lima target hilirisasi yang akan digagas, yaitu hilirisasi sumber daya alam unggulan, jasa industri, industri padat karya terampil, industri dasar, dan industri padat teknologi inovasi. “Untuk hilirisasi agro, kita akan dorong sawit, kelapa, dan sagu,” ujar dia.
Baca Juga
Kemenperin Terbitkan Aturan Baru soal Wajib SNI, Industri yang Tak Taat Bisa Kena Sanksi Pidana
Sedangkan sektor tambang, dia mengatakan, hilirisasi akan diarahkan pada komoditas nikel, tembaga, bauksit, dan timah. Untuk sumber daya laut difokuskan pada komoditas rumput laut.
Untuk industri padat karya terampil fokus hilirisasi akan diarahkan pada industri makanan dan minuman, alas kaki, dan tekstil dan produk tekstil. Industri dasar, hilirisasi akan diarahkan pada industri kimia dan logam dasar. “Ternyata dua backbone industri inilah (kimia dan logam dasar) menjadi basic industry yang harus dimiliki negara,” kata dia.
Amalia mengatakan industri padat teknologi inovasi akan difokuskan pada hilirisasi kosmetik dan farmasi, semikonduktor, mesin dan peralatan, KLBB (Kendaraan Listrik Berbasis Baterai) dan industri dirgantara.

