KAI Commuter Beberkan Gerbong KRL Baru, Begini Penampakannya
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter) membeberkan progres terbaru pengadaan kereta rel listrik (KRL) baru buatan PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus mengatakan, Inka tengah merampungkan prototipe atau purwarupa KRL. Dirinya menyebutkan, saat ini baru ada satu gerbong (cars) yang sudah selesai purwarupanya, namun masih harus di-review oleh pihak KAI Commuter.
“Jadi kita dipertunjukkan prototipe (gerbongnya, Red) dan kita diminta untuk me-review mana-mana yang kurang. Supaya nanti apa yang mereka (INKA) akan buat sesuai dengan spesifikasi yang kita review tadi,” kata Joni saat bincang santai bersama awak media di salah satu coffee shop di kawasan Blora, Sudirman, Jakarta, Kamis (15/8/2024).
Baca Juga
KAI Commuter Catat Penjualan KMT Edisi Khusus BT21 Capai 3.841 Kartu
Sebelumnya, Direktur Utama KAI Commuter Asdo Artriviyanto bersama jajaran direksi telah melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Inka (Persero) di Madiun, Jawa Timur pada Kamis (8/8/2024). Di mana, KAI Commuter mengevaluasi trainset KRL baru buatan Inka yang masih dalam bentuk purwarupa.
Joni menambahkan, pihaknya diminta oleh Inka untuk memberi masukan dalam pembuatan trainset baru tersebut. Namun, dia menekankan kekurangan desain tersebut bukan terletak pada mesinnya.
“Jadi (review-nya) lebih kepada desain yang bodi, bukan mesinnya. Karena (mesin) itu sudah standar,” tegas Joni.
Ia pun menyampaikan beberapa hal yang dievaluasi seperti ruang-ruang yang di desain dalam dan luar gerbong, tempat duduk penumpang hingga motif atau desain untuk kebutuhan komersial.
Baca Juga
KAI Commuter Prediksi Layani 27 Juta Pengguna di Agustus 2024
“Ada beberapa yang kita evaluasi, misalnya space-space (ruang-ruang) yang harus kita desain di dalam (gerbong), tidak hanya untuk public interest, misalnya keperluan komersial begitu. Misalnya, motif-motif arsirannya yang tampak luar. Terus fasilitas di kabin masinisnya itu yang kita review, kemudian tingginya tempat duduk itu seperti apa kenyamanannya sama motif tempat duduknya itu,” terang Joni.

