Asosiasi Game Indonesia: Distribusi Gim di Indonesia Dimainkan Antarpertemanan
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Asosiasi Game Indonesia (AGI) Cipto Adiguno menjelaskan alasan penetrasi gim lokal yang masih kalah dengan gim buatan asing. Dia mengatakan, berdasarkan riset yang dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), masyarakat Indonesia menggemari gim yang dimainkan oleh temannya.
“Jadi alasan utama orang main gim di Indonesia adalah karena temannya main gim tersebut,” kata Cipto, di kantor Kemendag, Jumat (19/7/2024).
Cipto mengatakan karakteristik seperti inilah yang membuat gim yang dimainkan di Indonesia semakin membesar. Apabila pemainnya semakin besar, gim tersebut dapat semakin laku.
Baca Juga
“Jadi karena bisa main bersama temannya, bisa memainkan suatu gim menjadi bagian dari komunitas, itu adalah tipe gim yang disukai oleh masyarakat Indonesia,” kata dia.
Cipto mengatakan secara kumulatif masyarakat Indonesia setiap tahunnya menghabiskan Rp 30-40 triliun untuk memainkan gim. Data ini diambil dari platform gim resmi, tanpa menghitung gim yang dimainkan secara ilegal.
Cipto berharap inisiasi pemerintah melalui Hari Game Indonesia pada 8 Agustus 2024 ini dapat menjadi ajang promosi gim buatan anak bangsa. “Indonesia bisa buat game bagus, juga gim-gim yang sudah ada rating-nya gitu, sudah disesuaikan dengan umurnya, dengan kesesuaian dengan culture kita gitu,” kata dia.
Baca Juga
Kacau! 99,5% Pendapatan Industri Gim Indonesia Mengalir ke Luar Negeri
Dengan begitu, Cipto berharap pengguna gim buatan lokal dapat semakin besar. Dia berharap 70% pemain gim di pasar Indonesia menggunakan gim-gim buatan lokal.
“Saya harap ini jadi langkah awal,” kata dia.

