Mentan Amran Sebut Kambing Perah Bisa Genjot Produksi Susu Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebutkan kambing perah bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan produksi susu nasional. Sehingga menjadi alternatif yang cocok dikembangkan, dan diterima masyarakat.
Mentan Amran pun menilai, kambing perah sebagai penghasil susu yang memiliki keunggulan kandungan gizi lengkap yang mampu meningkatkan kesehatan dan kecerdasan masyarakat.
“Usaha ternak kambing perah disukai peternak karena relatif mudah dan cepat menghasilkan”, ucap Mentan Amran saat mengunjungi Bumi Nararya Farm (BNF) di Sleman, Yogyakarta dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/6/2024).
Baca Juga
Mentan Amran: Swasembada Pangan Bisa Terwujud Bila Semua Elemen Bangsa Berkolaborasi
Bhumi Nararya Farm (BNF) merupakan salah satu peternakan kambing perah terbesar di Indonesia yang berlokasi di kaki Gunung Merapi, Dusun Kemirikebo, Girikerto, Turi, Sleman, Yogyakarta. BNF saat ini memiliki populasi sebanyak 706 ekor, terdiri atas 628 ekor kambing betina dan 78 ekor jantan.
“Duplikasi ini di wilayah lainnya. Ini upaya kita menekan impor susu agar kita bisa swasembada. Kami apresiasi kinerja Pak Didik (pemilik BNF) dan anggota yang telah mengembangkan peternakan kambing perah,” ungkapnya.
Saat ini, Amran mengklaim permintaan susu kambing cukup tinggi, khususnya dari masyarakat yang tinggal di perkotaan. Hal ini karena susu kambing memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan baik untuk pencegahan dan pengobatan diabetes.
Baca Juga
Kembangkan Usaha Berkat BRI, Peternak Kambing Ini Banjir Pembeli dari Berbagai Daerah
Selain itu, menurut Amran, kambing dan domba juga memiliki peran penting dalam kuliner Indonesia, seperti sate kambing dan soto kambing, yang merupakan bagian dari budidaya dan tradisi kuliner.
“Kami sangat menghargai dedikasi dan kerja keras yang telah diberikan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produk peternakan,” terangnya.
“Kerja keras ini tidak hanya membangun keberlanjutan ekonomi, tetapi juga turut berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional”, tandas Mentan Amran.

