Industri Kreatif Digital di Batam Mendunia, Nongsa Digital Park Ditarget Bawa Investasi Rp 40 Triliun
BATAM, investortrust.id - Pemerintah menetapkan kawasan ekonomi khusus (KEK) Nongsa Digital Park yang berada di Batam, untuk mendukung kemajuan riset, ekonomi digital, dan pengembangan teknologi dalam negeri, melalui PP No. 68 Tahun 2021.
Dalam waktu yang relatif singkat, Nongsa Digital Park pun menjelma menjadi industri kreatif digital yang mendunia. Salah satu industri yang beroperasi di KEK Nongsa adalah pembuatan film animasi yang dikerjakan oleh Infinite Studios Batam.
Direktur PT Taman Resor Internet selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK Nongsa, Peters Vincen mengungkapkan, sejumlah film animasi yang dikerjakan oleh Infinite Studios Batam adalah Unicorn Academy yang tayang di Netflix, SuperKitties, hingga Cocomelon.
Baca Juga
Realisasi Penerimaan Bea Cukai Batam Sentuh Rp 176 Miliar hingga Mei 2024
Selain industri pembuatan film yang sudah berjalan, KEK Nongsa juga berencana membangun data center dan sektor lainnya dalam rangka memajukan industri digital dan riset dalam negeri. Maka dari itu, Nongsa Digital Park ditargetkan membawa investasi hingga Rp 40 triliun.
“So far ini kalau ini sebenarnya kita masih by progress. Sesuai dengan komitmen kita ke Pak Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto) dengan adanya KEK ini kita akan membawa cita-cita kita dalam membawa investasi sampai Rp 40 triliun,” ujar Peters dalam Press Tour Kemenkeu di Batam, Kamis (27/6/2024).
Disampaikan oleh Peters, pihaknya mengharapkan dukungan dari pemerintah dan semua pihak supaya bisa membantu KEK, yang meski hanya memiliki luas lahan sekitar 50 hektare, namun bisa mencapai investasi yang mereka targetkan tersebut.
Lebih lanjut ia menerangkan bahwa sejauh ini sudah ada sejumlah investor yang masuk dalam rangka mengembangkan KEK Nongsa. Salah satunya adalah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang akan berinvestasi dalam pembangunan data center.
Baca Juga
NeutraDC Nxera Batam dan Politeknik Batam Siap Cetak Talenta Digital di Bisnis Data Center
“Jadi investor yang masuk saat ini untuk data center ini dari sembilan lahan data center, kita sudah punya lima investor, yang data center internasional termasuk salah satunya itu Kominfo kita. Jadi nanti pusat data nasional yang kedua itu akan ada di KEK Nongsa,” ungkap Peters.
Selain itu, Peters juga menyebut bahwa masih ada beberapa investor yang lain, termasuk yang eksisting untuk sektor pariwisata dan lain-lainnya. Ia menyebut jumlah investornya berkisar antara 20 sampai 25 investor.
“Investornya itu selain kita yang lokal pemerintah, ada yang dari Singapura, ada yang dari Hong Kong, ada yang dari Shanghai, ada yang dari New Zealand,” papar dia.

