Bikin Disabililitas Berdaya, SPSL Gelar Program KEDIP
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL) sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo pada klaster logistik dan hinterland development gelar program peningkatan kemandirian penyandang disabilitas lewat program Kelompok Disabilitas Produktif (KEDIP).
Program KEDIP ini merupakan salah satu program prioritas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL SPSL tahun 2023 di bidang pendidikan dengan sub program peningkatan kapasitas penyandang disabilitas dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 10 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) penyandang disabilitas di wilayah Jakarta Utara.
Baca Juga
Subholding Pelindo SPSL ‘Blusukan’ ke Sekolah di Bogor dan Sukabumi
“Program KEDIP ini merupakan program pendampingan kepada pelaku UMKM khususnya para penyandang disabilitas. Diharapkan program ini bisa meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian dalam menjalankan usaha peserta,” kata Kiki M Hikmat, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan, dalam kesempatan pembukaan program KEDIP di Jakarta, Rabu (11/10/2023).
KEDIP juga disebutkan Kiki sebagai salah satu bentuk dukungan Perusahaan terhadap program Pemerintah dalam pembangunan inklusif disabilitas dan kemitraan yang telah disampaikan oleh Kementerian Sosial RI dalam ajang The ASEAN High Level Forum (AHLF) 2023 on Enabling Disability-Inclusive Development and Partnership beyond 2025.
Kiki menambahkan, program KEDIP ini diharapkan dapat mewujudkan kesetaraan dan kesamaan hak penyandang disabilitas, tidak hanya sebagai subyek tetapi juga berperan aktif dan ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dalam pelaksanaannya, program KEDIP diselenggarakan dengan menggandeng Yayasan Filantra dan melibatkan pekerja SPSL secara aktif sebagai bagian dari implementasi Employee Social Responsibility (ESR).
Baca Juga
Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan keberlanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya pada tujuan SDGs ke 1 (tanpa kemiskinan), SDGs ke 8, (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi) dan SDGs ke 10 (berkurangnya kesenjangan).
Dalam sambutannya Kiki juga mendorong pelaku UMKM penyandang disabilitas untuk mengenal packing dan branding dengan memberikan pelatihan desain yang dilakukan oleh perwakilan Pekerja SPSL agar produk mereka tembus ke pasar yang lebih luas.
"Kekuatan merek dan kemasan itu sangat kuat untuk penjualan produk masuk pasar. Dalam program ini para pekerja perusahaan dilibatkan secara aktif untuk berbagi ilmu dan pengalaman sehingga dapat membantu para UMKM disabilitas yang berdaya, tangguh, mandiri, dan dapat masuk pasar-pasar baru," ujarnya.
Tidak hanya itu, SPSL juga memberikan pelatihan kepada penyandang disabilitas tentang promosi produk online dan offline, optimalisasi penggunaan media sosial dan platform PaDi UMKM sebagai e-commerce pengadaan produk barang dan jasa, serta pencatatan keuangan sederhana. Selain pelatihan, peserta program juga diberikan bantuan sarana usaha dan advokasi legalitas usaha.

