Gubernur Kepri Minta Kemenhub Buka Lagi Penerbangan Internasional Bandara RHF
TANJUNGPINANG, investortrust.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membuka lagi akses penerbangan internasional Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Pulau Bintan.
Permintaan itu disampaikan Gubernur Kepri menyusul adanya wacana dari pengelola kawasan wisata Lagoi di Kabupaten Bintan, PT Bintan Resort Cakrawala (BRC), untuk mendatangkan penerbangan carter (chartered flight) ke Bandara RHF.
"Pencabutan status bandara internasional untuk Bandara RHF memang sangat disayangkan. Kami akan segera menemui menteri perhubungan (menhub) untuk meminta agar penerbangan internasional bisa dibuka lagi di bandara RHF. Paling penting, BRC harus memastikan jadwal charter flight-nya," kata Ansar di Tanjungpinang, Minggu (17/09/2023).
Menurut Ansar, penerbangan internasional ke Bandara RHF bisa dilakukan jika menilik Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 40 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Permenhub No PM 39 Tahun 2019 tentang Tatanan Kebandarudaraan Nasional. Dalam pasal 41 disebutkan, untuk kepentingan tertentu, bandara domestik dapat melayani penerbangan ke dan dari luar negeri setelah mendapatkan penetapan oleh menhub.
"Kepentingan tertentu tersebut di antaranya menunjang pertumbuhan ekonomi nasional, seperti industri pariwisata dan perdagangan," ujar Ansar, seperti dikutip Antara.
Ansar menambahkan, Pemprov Kepri juga telah mengajukan keringanan biaya Visa on Arrival (VoA), khusus daerah wisata di Kepri, kepada pemerintah pusat.
Saat ini, kata Ansar, permintaan itu tengah dikaji Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Untuk meningkatkan daya saing wisata di Kepri memang harus diberikan banyak diskresi supaya wisman tertarik datang," tandas dia.
Ansar Ahmad membandingkan tempat wisata di negara lain, seperti Phuket di Thailand yang begitu mudah menarik wisatawan karena ringannya peraturan visa di tempat tersebut.
"Dua hal ini, yaitu penerbangan internasional dan VoA, menjadi perhatian utama kami. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali, jadi harus dimanfaatkan dengan baik," tegas dia.
Kunjungan Wisman Anjlok
Sementara itu, Chief Operating Officer BRC, Abdul Wahab mengatakan, pihaknya tengah mengupayakan penerbangan carter dari luar negeri yang bisa membawa banyak wisman ke Pulau Bintan.
"Namun, penerbangan dari luar negeri tersebut terkendala dicabutnya status bandara internasional untuk Bandara RHF," tutur dia.
Dia menjelaskan, target kunjungan wisman ke Lagoi, Bintan sulit dicapai apabila pintu masuk wisman hanya melalui satu pintu, yaitu pelabuhan internasional.
Kunjungan wisman ke Pulau Bintan sampai Agustus 2023 baru mencapai 343.848 kunjungan, anjlok dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada 2019 yang mencapai 1,27 juta kunjungan.
Abdul Wahab mengungkapkan, negara yang sudah menunjukkan ketertarikan untuk melayani penerbangan carter ke Bintan antara lain Vietnam, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Hong Kong, dan Filipina.
Kawasan Lagoi Bintan juga tengah membangun sejumlah hotel dan resor untuk menambah jumlah kamar. Kehadiran hotel-hotel baru tersebut harus diimbangi dengan jumlah wisman yang berwisata ke Lagoi Bintan.
Masih lesunya kunjungan wisman ke Bintan, menurut Abdul Wahab, juga disebabkan pemberlakuan VOA yang memberatkanm wisman.
"Biaya VOA sebesar Rp 500 ribu untuk 30 hari tidak sesuai tipikal wisman ke Lagoi, Bintan yang hanya berkunjung selama 3-4 hari," papar dia.

