ITS Sebut Teknologi Ini Bisa Atasi Kemacetan di Gerbang Tol
JAKARTA, investortrust.id - Vice President Intelligent Transportation System (ITS) Indonesia, Resdiansyah mengklaim, teknologi Multi Lane Free Flow (MLFF) bisa mengatasi kemacetan yang sering terjadi di gerbang tol. Menurutnya ini adalah teknologi untuk masa depan.
Penerapan MLFF sendiri disebutkan Resdiansyah bisa menggunakan berbagai teknologi. Di antaranya adalah Global Navigation Satelit System (GNSS) dan Radio Frequency Identification (RFID).
"Multi Lane Free Flow artinya tanpa gate. Teknologinya bisa apa saja. Ada GNSS menggunakan satelit yg sekarang akan kita coba. Ada RFID Radio Frekuensi yg dipasang di stiker di kaca mobil kita," kata Resdiansyah di Sequis Center, Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Baca Juga
Proyek Tol Trans Sumatera Tahap I Hampir Selesai, Panjang Tol Fungsional 43,7 Km
Resdiansyah menilai MLFF ini merupakan keharusan bagi negara mana pun, di mana tolnya sudah tidak menggunakan palang gerbang. Adapun alasan Indonesia memilih teknologi GNSS untuk penerapan MLFF karena pemerintah sudah melihat teknologi ini yang paling akurat.
Lebih lanjut Resdiansyah menyampaikan jika teknologi GNSS ini sudah diterapkan maka akan membuat arus di gerbang tol menjadi lebih cepat tiga kali lipat ketimbang kondisi sekarang. Jadi tidak akan ada lagi antrean yang mengular sebagaimana terjadi saat musim mudik tiba.
"Bayangkan dengan gate yang sekarang 8 detik itu, lalu terjadi antrean panjang. Dalam 1 jam mungkin hanya 1.000 kendaraan yang bisa lewat. Tapi tanpa gate, mungkin bisa tiga kali lipatnya, 3.000," ungkap Resdiansyah.
Baca Juga
PT Waskita Toll Road akan Divestasi 3 Ruas Tol dalam Waktu Dekat
Menurut Resdiansyah, penerapan MLFF ini nantinya bisa menjadi keuntungan untuk operator di masa depan, karena akan mendapat income lebih besar. Meski begitu, ia menilai Indonesia masih perlu menegakkan sistem data base tentang elektronik registration identification.
"Kita kan tahu sering nombok nomor palsu. Itu yang sedang kita perbaiki bersama Korlantas," bebernya.
Resdiansyah mengatakan saat ini sudah banyak negara Eropa yang menggunakan teknologi GNSS, seperti misalnya di Jerman. Sementara negara Asia Tenggara, Singapura dan Malaysia akan mulai menguji coba teknologi ini tahun depan. (CR-8)
