Pembenahan Jasa Logistik Dorong Perdagangan RI-India
Jakarta, investortrust.id – Tingginya biaya logistik dan lamanya proses pengiriman barang, masih menjadi tantangan yang dihadapi dalam perdagangan antarnegara. Banyak eksportir yang mengeluhkan masih mahalnya biaya logistik, yang bisa mencapai 10% dari harga pokok penjualan.
Untuk itu, pembenahan jasa logistik, menjadi isu penting yang harus segera direalisasikan. Pembenahan tersebut mencakup seluruh ekosistem logistik, yakni pengurangan biaya, pemangkasan waktu pengiriman, serta perbaikan kualitas.
Hal tersebut mengemuka dalam forum bisnis bertema "Enabling Indonesia-India Economic Integration" yang diselenggarakan Indonesia-India Business Forum bersama Kedutaan Besar India di Indonesia dan Investortrust. Forum tersebut menghadirkan tiga panelis, yakni Managing Director Gateway Container Line Hesty Rosmawaty, Chief Executive Officer PT Baramulti Susksessarana Tbk Kamlesh Kumar, dan President Director Asia Paints Indonesia Abilasha Kannan, dengan moderator founder Indonesia Economic Forum Sachin V Gopalan.
Menurut Hesty, untuk mendorong pertumbuhan dari sisi logistik, ada tiga hal yang perlu diselesaikan, yaitu penghematan waktu, penghematan biaya, dan peningkatan kualitas secara keseluruhan.
Hesty mengungkapkan, dalam melakukan ekspor dan impor memakan banyak biaya dalam proses dokumentasi. Oleh sebab itu, Gateaway menginisiasi pengurangan biaya adalah dengan mendorong para customer untuk melakukan pemesanan online melalui digitalisasi yang telah diimplementasikan.
“Tahukah Anda, ekspor dan impor itu banyak dokumentasinya. Untuk setiap dokumentasi Anda perlu membayar. Jadi jika Anda mendaftar berdasarkan pemesanan online kami, akan ada penghematan. Ketika Anda sudah mendaftar di CEISA 4.0 (portal pengguna jasa Ditjen Bea dan Cukai), anda bisa membuat pengajuan impor, pengajuan ekspor, dan tidak ada biaya,” ungkapnya.
Tingginya biaya logistik menjadi topik yang mengemuka dalam forum tersebut. Salah satu peserta mengungkapkan perbedaan yang sangat tinggi antara biaya biaya muatan kontainer penuh dari Jakarta ke India, dibandingkan dari India ke Indonesia. Dia memberi contoh, dari Nhava Sheva (India) ke Jakarta, biayanya kontainernya US$ 300. Sebaliknya, dari Jakarta ke Nhava Sheva untuk jarak yang sama biayanya mencapai dua kali lipat yakni US$ 600.
Menanggapi keluhan tersebut, Hesty menjelaskan, penyebabnya adalah ketersediaan container. Di India, lanjutnya, banyak tersedia kontainer. Sedangkan, di Indonesia, jumlah kontainer sangat terbatas dan permintaannya sangat tinggi.
“Untuk situasi ini, berdasarkan pengalaman kami, itu karena banyaknya kontainer yang tersedia di India. Kondisi sebaliknya terjadi di Indonesia, sangat short (terbatas). Itu sebabnya pada jalur tersebut (Nhava Sheva ke Jakarta), mereka menjualnya dengan sangat murah karena banyak tersedia kontainer. Di Indonesia permintaan kontainer sangat tinggi tetapi ketersediaannya terbatas. Jadi ada ketidakseimbangan supply and demand,” jelasnya.
Sementara itu, Abilasha Kannan juga mengungkapkan, pengalaman di India tidak menghabiskan banyak biaya untuk keperluan logistik. Menurutnya, biaya logistik di India hanya sekitar 5-6% dari harga pokok penjualan. Sedangkan di Indonesia mencapai 10%.
Dia menekankan, logistic berperan penting dalam mata rantai produksi dan perdagangan. Jika dibandingkan dengan India, rantai pasokan di India lebih unggul dibandingkan Indonesia karena waktu pengiriman yang efisien.
“Karena saat ini, seperti yang saya katakan, di India, alasan mengapa rantai pasokan kami memiliki waktu penyelesaian 4 jam. Jadi setiap pesanan dari saat penerimaan, dari menit penerimaan hingga menit sampai di depan pintu pelanggan adalah 4 jam di India. Dan kami adalah satu-satunya yang melakukannya.Di sini, kalau pengiriman luar Pulau Jawa, saya butuh waktu 2 hari untuk mendapatkan kontainernya, agar bisa masuk ke jalur pelayaran selanjutnya,” ungkapnya.
Namun, Abilasha mengakui terjadi transformasi yang masif dalam sektor logistic di Indonesia.
Sedangkan, Kamlesh Kumar menjelaskan, biaya bukan satu-satunya faktor yang menjadi pertimbangan saat memilih logistik. “Namun layanan menjadi komponen yang sedikit lebih besar dalam pengambilan keputusan kami daripada sekadar biaya. Karena itu memberi Anda kendali.Jadi kami dapat memastikan layanan terjamin 100%.Kami dapat memastikan bahwa dapat ditangani dengan lebih baik,” tuturnya. (CR-4)

