Para Pedagang Tekstil di Pasar Mayestik Bingung Patok Harga, kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – Para pedagang tekstil dan garmen di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan kebingungan mematokharga barang dagangannya. Itu karena banderol mereka kalah bersaing dengan harga yang dipatok toko-toko online atau e-commerce dan marketplace.
“Terus terang, kami bingung mau kasih banderol karena harga produk serupa di toko online lebih murah,” kata Wati, salah seorang pedagang kain di Pasar Mayestik yang ditemui investortrust.id saat berjualan di tokonya, baru-baru ini.
Menurut Wati, murahnya harga bahan tekstil di toko online membuat para pengunjung lebih senang berbelanja secara daring. Akibatnya,para pedagang di Pasar Mayestik kebingungan saat menawarkanbarangnya kepada pelanggan.
Wati mengungkapkan, para pedagang sudah mencoba berjualan secara online, sambil berjualan secara fisik (offline). Namun, mereka tetap tak bisa bersaing dengan e-commerce dan marketplace.
“Kamijuga udah terapin jual secara online, tapi kamikeduluan mereka (marketplace dan e-commerce). Pembeli kan lebih senang melihat yang review-nya udah banyak,” ujar dia.
Wati mengakui,merebaknya Covid-19, tiga tahun silam, berimbas kepusat-pusat perdagangan, termasuk Pasar Mayestik yang terkenal sebagai pusat perbelanjaan tekstil dan garmen.
Lebih Suka Belanja Online
Berdasarkan pantauan tim investortrust.id, toko-toko penjual kain di Pasar Mayestik terlihat sepi pengunjung. “Ramainya paling-paling kalau menjelang Lebaran, setelah itu ya cuma beberapa aja yang lewat,” tutur Wati.
Desy, salah seorang pembeli, mengakubaru mengunjungi lagi Pasar Mayestik setelah hampir tiga tahun pandemi. “Setelah pandemi baru ke sini lagi. Ini punkarena ada teman kantor yang mengajak makan di sini (Pasar Mayestik). Sekarang saya lebih senang berbelanja secara online karena praktis aja,” paparnya.
Padahal, menurut Desy, Pasar Mayestik dulu merupakan tempat favoritnya mencari kain untuk berjualan karena dekat dengan tempatnya bekerja. “Dulu ini tempat favorit saya. Kalauistirahat makan siang, sering banget saya sempatin mampir ke sini dulu mencari kain bahan untuk dijual,” kata dia.
Desy berharap para pedagang di Pasar Mayestik tetap bisa bersaing dengan para pedagang toko online. “Ya harusnya para pedagang di sini ikut berjualan secara online juga supayatetap bisa bertahan,” ucap dia. (CR-6)

