Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman hingga Kuartal I 2027, Impor Bensin Ditambah
BALIKPAPAN, investortrust.id – PT Pertamina Patra Niaga memastikan pengadaan bahan bakar minyak (BBM) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026 dan kuartal I-2027 telah diamankan. Bahkan, mereka juga menambah pengadaan gasoline (bensin) dari luar negeri melalui impor guna menjaga ketersediaan pasokan di tengah kebutuhan energi masyarakat.
Baca Juga
Bahlil Soroti Penyaluran BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran, Kendaraan Tambang Masih Ikut Antre
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun mengatakan, perusahaan terus menjaga pasokan BBM melalui optimalisasi produksi kilang dan pengadaan. Kedua langkah tersebut menjadi fokus Pertamina untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga di berbagai wilayah, termasuk Jawa Timur.
“Kalau sampai saat ini untuk sampai akhir tahun, bahkan sudah sampai Q1 (kuartal I) 2027 itu sudah proses pengadaan sudah selesai, kita sudah deal done istilahnya itu deal done. Nah nanti tinggal optimalisasi untuk pendistribusiannya saja. Pengadaan ini kan kita juga bekerja sama dengan supplier, dengan terutama untuk gasoline itu ada tambahan pengadaan dari luar negeri,” ujar Roberth saat ditemui di RDMP Pertamina Balikpapan, Kamis (22/10/2026).
Terkait kondisi pasokan BBM di Jawa Timur, Roberth menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan stok. Menurut dia, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan BBM bersubsidi benar-benar diterima masyarakat yang berhak serta mendorong penggunaan energi secara bijak.
“PR-nya adalah bagaimana memastikan BBM itu pertama sampai kepada masyarakat yang memang berhak mendapatkan BBM bersubsidi. Yang kedua adalah bagaimana kemudian gerakan bijak menggunakan energi ini dilakukan, dikampanyekan semaksimal mungkin,” sebut Roberth.
Roberth mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang menerapkan kebijakan untuk mengatur penyaluran BBM agar dapat diterima masyarakat secara merata. Pertamina juga mengapresiasi peran aparat penegak hukum, termasuk TNI dan Polri, dalam melakukan pengawasan serta penindakan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Baca Juga
ESDM dan TNI AL Tangani Dugaan Pelanggaran BBM Subsidi Ilegal di Semarang
“Kami sangat apresiasi, kami sangat appreciate kepada baik itu Pemda dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan supaya kemudian mengatur BBM ini bisa didapatkan secara merata. Yang kedua, tentunya kepada APH, rekan-rekan di penegak hukum, di TNI, Polri, yang juga melakukan pengawasan dan penindakan-penindakan,” tutur Roberth.
Menurut dia, pengawasan dan penindakan diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa BBM bersubsidi hanya diperuntukkan bagi kelompok yang memenuhi ketentuan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan BBM bersubsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
