Bahlil Cek Kilang Balikpapan, Stok Pertalite Nasional Penuhi Standar Nasional 16-18 Hari
Poin Penting
|
BALIKPAPAN, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) Bahlil Lahadalia mengecek perkembangan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kalimantan, sekaligus memantau kesiapan stok bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kalimantan. Dalam kunjungan kerja tersebut, pemerintah mengevaluasi sejumlah kendala teknis dan memastikan distribusi BBM tetap berjalan.
Bahlil mengatakan, pengecekan dilakukan bersama Gubernur Kalimantan Timur, Kapolda Kaltim, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, serta jajaran direksi Pertamina. Evaluasi mencakup sejumlah persoalan teknis di lapangan, termasuk kesiapan stok BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Stok nasional kita rata-rata 16-18 hari untuk Pertalite. Tapi kalau yang untuk solar, karena solar kan kita tidak lagi impor, jadi itu tidak ada isu sama sekali. Nah untuk RON 92, 98, 95 itu rata-rata di atas 20 hari, standar minimum nasional,” ujar Bahlil saat ditemui dalam kunjungan kerja ke RDMP Balikpapan, Kamis (22/10/2026).
Dia menjelaskan, stok BBM di Kalimantan secara umum tidak jauh berbeda dari kondisi nasional. Namun, distribusi BBM di Kalimantan Barat sempat mengalami gangguan akibat pendangkalan di Sungai Kapuas yang dikaitkan dengan fenomena El Nino.
Baca Juga
Bali Terapkan Ganjil Genap Pembelian Pertalite hingga 19 Oktober, Pengisian Dibatasi
Pendangkalan tersebut menghambat jalur distribusi melalui sungai sehingga diperlukan penyesuaian pola penyaluran. Untuk mengatasi kendala itu, Pertamina mengubah skema distribusi dengan memanfaatkan kapal sebagai tempat penampungan sementara sebelum BBM disalurkan melalui jalur darat menggunakan mobil tangki.
“Tadi ada problem di Kalimantan Barat, di Sungai Kapuas. Itu karena El Nino kemudian terjadi pendangkalan. Karena terjadi pendangkalan, maka distribusi kita itu sedikit mengalami gangguan,” jelas sosok yang juga menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut.
Menurut Bahlil, Pertamina telah menyiapkan langkah penyesuaian untuk menjaga kelancaran penyaluran BBM di wilayah terdampak. Skema tersebut memungkinkan distribusi tetap dilakukan meskipun jalur sungai mengalami kendala akibat kondisi perairan.
“Kita sudah ubah caranya (distribusinya). Tadi saya tanya Pertamina, mereka menjadikan kapal sebagai penampungan, habis itu baru didistribusi pakai mobil lewat darat,” ucap Bahlil.
