Kadin Dorong Peningkatan Ekspor Nasional, Bidik UMKM Tembus Pasar Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong peningkatan ekspor nasional melalui penguatan kerja sama perdagangan dan perluasan akses pasar global. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan devisa sekaligus membuka peluang lebih besar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar internasional.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, Indonesia memiliki nilai ekspor sekitar US$300 miliar. Menurut dia, pertumbuhan ekspor sebesar 5% hingga 10% dapat memberikan tambahan devisa yang signifikan bagi perekonomian nasional.
“Karena kita tahu kita ekspor sekitar US$300 miliar, dan setiap 5%, 10% tumbuh itu bisa membawa langsung devisa buat Indonesia,” ujar Anindya seusai melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kemendag, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Anindya mengatakan, Kadin ingin memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mendorong perdagangan sekaligus meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dalam kegiatan ekspor. Menurut dia, pengembangan ekspor perlu melibatkan UMKM yang selama ini menjadi bagian dari rantai pasok perdagangan internasional.
Dia mencontohkan, sejumlah produk usaha dalam negeri telah berhasil menembus pasar luar negeri. Salah satunya produk dari kelompok usaha di Palembang yang mampu mencatat penjualan cukup besar ke Belanda. Selain itu, produk kopi yang dipasarkan melalui Trade Expo Indonesia (TEI) juga berhasil menjangkau pasar Amerika Serikat.
Anindya juga menyebut penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 mencatatkan potensi transaksi senilai US$22,8 miliar dalam waktu satu minggu. Capaian tersebut menjadi salah satu peluang untuk terus memperluas jangkauan perdagangan produk Indonesia.
Baca Juga
Kadin Siapkan Dua Agenda Besar Genjot Ekonomi RI di Rapimnas 2026, Apa Saja?
“Kita tetap fokus bagaimana meningkatkan perdagangan, karena dengan perdagangan yang kuat, pastilah investasi datang, dan juga industrialisasi bisa terjaga,” terang Anindya.
Lebih lanjut, Kadin mendorong pemanfaatan jaringan promosi perdagangan Indonesia di luar negeri melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Anindya menilai, kerja sama dengan ITPC dapat membantu memperkenalkan lebih banyak produk nasional kepada calon pembeli internasional.
Menurut Anindya, promosi ekspor perlu melibatkan langsung pelaku usaha agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Pemerintah berperan mendukung akses dan kerja sama perdagangan, sementara pelaku usaha menjadi pihak yang menjalankan transaksi ekspor.
Dia menambahkan, Kadin juga mendorong optimalisasi kerja sama perdagangan yang sudah berjalan maupun yang masih dikembangkan, termasuk dengan pasar Uni Eropa. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperluas peluang ekspor Indonesia di tengah dinamika geopolitik global.
“Jadi kalau misalnya Kadin bisa bekerja sama di ITPC itu, kita bisa mempromosikan lebih banyak lagi langsung dari suara dunia usaha atau pelakunya,” papar Anindya.
