Periklindo Desak Insentif Kendaraan Listrik Diperluas, Bus Listrik Ikut Dibidik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) mendorong pemerintah memperluas pemberian insentif kendaraan listrik ke segmen komersial, tidak hanya mobil penumpang. Langkah ini dinilai dapat mempercepat elektrifikasi sektor transportasi sekaligus mendorong pelaku usaha beralih ke kendaraan listrik.
Ketua Umum Periklindo Moeldoko menyebutkan, kebijakan insentif kendaraan listrik selama ini lebih banyak berfokus pada kendaraan penumpang. Padahal, kendaraan komersial seperti bus juga memiliki potensi untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Pemerintah juga konsen untuk memberikan insentif di sektor kendaraan listrik komersial. Selama ini hanya kendaraan penumpang yang dipikirkan, semua insentif memikirkan tentang mobil penumpang,” ujarnya dalam sambutan acara konferensi pers Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Menurut mantan Kepala Staf Kepresidenan ini, perluasan insentif tersebut penting untuk mendorong pelaku usaha transportasi, termasuk operator bus, agar semakin tertarik menggunakan kendaraan listrik. Ia mencontohkan, operator bus yang menghadapi tantangan biaya operasional, terutama di tengah harga bahan bakar minyak (BBM) yang meningkat.
Baca Juga
SE Mendagri soal Insentif Kendaraan Listrik Hanya Imbauan, Periklindo Minta Regulasi Diperkuat
“Begitu dia berubah ke kendaraan listrik, maka akan mendapatkan dua hal yang bisa dinikmati oleh kita semuanya, masyarakat Indonesia maupun pengusaha itu sendiri,” terang Moeldoko.
Meski demikian, dia menilai percepatan penggunaan kendaraan listrik komersial membutuhkan dukungan kebijakan pemerintah, terutama melalui pemberian insentif yang dapat meningkatkan minat pelaku usaha untuk melakukan elektrifikasi armada.
Menurutnya, insentif perlu diberikan secara lebih luas agar pengembangan kendaraan listrik tidak hanya terkonsentrasi pada mobil penumpang, tetapi juga mencakup kendaraan komersial.
Moeldoko menambahkan, peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik merupakan transformasi menyeluruh, bukan sekadar transisi teknologi. Perubahan tersebut mencakup pola pikir masyarakat, penggunaan kendaraan, perkembangan teknologi, hingga pemanfaatan energi.
"Apabila pemerintah memberikan insentif, mereka juga akan mendorong agar insentif ke depan ini tidak saja hanya diberikan kepada mobil-mobil passenger tetapi juga mobil commercial itu," ungkapnya.
