Transjakarta Alihkan 6 Rute Imbas Demo di Monas-Balai Kota, Cek Daftarnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) melakukan penyesuaian operasional enam rute bus pada Selasa (20/10/2026), menyusul kegiatan penyampaian pendapat di sekitar kawasan Monas dan Balai Kota.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani menyampaikan, penyesuaian layanan tersebut mencakup perpendekan dan pengalihan rute.
“Sehubungan dengan adanya kegiatan penyampaian pendapat di sekitar area Monas dan Balai Kota, beberapa rute Transjakarta mengalami penyesuaian operasional,” kata Ayu dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga
Mulai 26 September, Transjakarta Rombak Sejumlah Rute 'Feeder' Rusun
Berdasarkan pembaruan tersebut, terdapat enam rute Transjakarta yang mengalami penyesuaian operasional. Berikut daftarnya:
1. Rute 6B (Ragunan-Balai Kota via Semanggi)
Rute 6B mengalami perpendekan rute dan tidak melayani Halte Balai Kota;
2. Rute 6A (Ragunan-Balai Kota via Kuningan)
Rute 6A mengalami perpendekan rute dan tidak melayani Halte Balai Kota;
3. Rute 1A (Balai Kota-Pantai Maju)
Rute 1A mengalami perpendekan rute dan tidak melayani Halte Balai Kota serta Bus Stop Balai Kota 1;
4. Rute 2A (Pulo Gadung 1-Rawa Buaya)
Rute 2A mengalami pengalihan rute dan tidak melayani Halte Balai Kota serta Halte Monas;
5. Rute 2 (Pulo Gadung 1-Monas)
Rute 2 mengalami pengalihan rute dan tidak melayani Halte Balai Kota serta Halte Monas;
6. Rute 1P (Senen-Blok M)
Rute 1P mengalami pengalihan rute dan tidak melayani Bus Stop IRTI Monas serta Bus Stop Gambir 2.
Sementara itu, rute Transjakarta lainnya masih beroperasi normal. Penyesuaian layanan akan dilakukan secara kondisional mengikuti situasi lalu lintas di lapangan. “Kami mengimbau pelanggan untuk menyesuaikan perjalanan dan update informasi melalui aplikasi TJ: Transjakarta, serta sosial media resmi Transjakarta,” tutur Ayu.
Pelanggan dapat memantau informasi terbaru melalui aplikasi TJ: Transjakarta dan media sosial resmi Transjakarta.
Di sisi lain, Polda Metro Jaya bersama TNI mengerahkan sebanyak 9.505 personel gabungan untuk mengamankan 26 kegiatan penyampaian pendapat di muka umum atau demo dan 26 kegiatan masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya pada hari ini Selasa (20/10/2026).
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto saat memimpin apel kesiapan di kawasan Monas, Jakarta Pusat mengatakan, pengamanan hari ini merupakan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud negara demokrasi.
"Konsep pengamanan kita hari ini adalah memberikan pelayanan kepada warga negara sebagai wujud bahwa negara kita adalah negara demokrasi," kata Dadang Hartanto dikutip dari Antara.
Baca Juga
Viral Petugas Transjakarta Gendong Lansia di JPO Cempaka Mas, Ini Ceritanya
Dadang menegaskan, penyampaian pendapat merupakan hak warga negara yang harus dihormati dan difasilitasi. Kehadiran personel gabungan bertujuan memastikan setiap warga dapat menjalankan hak dan aktivitasnya secara aman.
Ia mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menjaga profesionalisme, mengendalikan emosi, serta mengutamakan komunikasi dan pendekatan humanis dalam menghadapi dinamika di lapangan. Menurut dia, seluruh tindakan harus dilakukan secara terukur, proporsional, dan sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Perincian personel gabungan tersebut terdiri atas 7.660 personel Polri, 1.540 personel TNI, 135 personel Pemda DKI Jakarta, dan 170 personel pengamanan dalam (pamdal). Petugas ditempatkan di sejumlah titik kegiatan dengan mengedepankan pelayanan, komunikasi, dialog, serta pendekatan persuasif.
