Kementerian PU Siapkan Anggaran Infrastruktur 2028 Rp 249,3 Triliun, Ini Rinciannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan total pagu anggaran sebesar Rp 249,29 triliun untuk target pembangunan infrastruktur tahun anggaran (TA) 2028. Anggaran tersebut mencakup pembangunan infrastruktur sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, hingga prasarana strategis.
Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PU, Adenan Rasyid menyatakan, penyiapan program infrastruktur 2028 dilakukan melalui Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah (Rakorbangwil) 2026. Forum tersebut menjadi tahapan awal perencanaan dan pemrograman infrastruktur PU dengan melibatkan kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah.
"Rakorbangwil merupakan forum pemrograman tahunan Kementerian PU yang menjadi tahapan awal perencanaan dan pemrograman infrastruktur PU sebagaimana diamanatkan dalam Permen PU Nomor 13 Tahun 2026 tentang Ketentuan Umum, Perencanaan Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Pemrograman Pengembangan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Pengelolaan Data dan Informasi, Ketentuan Peralihan dan Ketentuan Penutup," kata Adenan di Auditorium PU, Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026).
Dia menambahkan, pihaknya diarahkan menjadi pintu utama perencanaan, pemrograman, hingga penganggaran untuk memastikan pembangunan infrastruktur terintegrasi dengan pendekatan pengembangan wilayah.
Rakorbangwil 2026 juga diarahkan untuk menghasilkan kesepakatan program keterpaduan infrastruktur PU TA 2028 yang bersinergi dengan kebijakan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
Adenan menyebutkan, terdapat 409 kawasan atau lokus prioritas yang direncanakan memperoleh dukungan infrastruktur PU pada 2028.
Jumlah tersebut terdiri atas 292 kawasan untuk mendukung prioritas nasional 2, yakni swasembada pangan, air, dan energi nasional; 75 kawasan untuk prioritas nasional 3, yakni pengembangan infrastruktur dan peningkatan lapangan kerja berkualitas; serta 21 kawasan untuk prioritas nasional 4, yakni pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan prasarana strategis.
Selanjutnya, sebanyak 23 kawasan mendukung prioritas nasional 5, yakni hilirisasi dan industrialisasi. Adapun 12 kawasan lainnya mendukung prioritas nasional 6 dan 8, yakni pembangunan dari desa untuk pertumbuhan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan serta penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya.
"Pembukaan Rakorbangwil Tahun 2026 yang kita laksanakan pada hari ini merupakan kick-off dimulainya rangkaian penyiapan program dan kegiatan keterpaduan infrastruktur PU tahun anggaran 2028," ujar Adenan.
Menurutnya, perencanaan yang dilakukan dua tahun sebelumnya bertujuan menyediakan waktu yang cukup untuk verifikasi, validasi, dan penajaman kesiapan kawasan prioritas beserta kebutuhan programnya.
Berdasarkan target pembangunan infrastruktur PU TA 2028, total pagu Rp 249,29 triliun bersumber dari Rencana Strategis (Renstra) Kementerian PU 2025–2029 sebesar Rp 219,6 triliun dan pemutakhiran Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) Sumatera 2026–2028 sebesar Rp 29,69 triliun.
Baca Juga
Bendungan Cibeet dan Cijurey Dibidik Rampung 2027, Intip Progresnya
Alokasi terbesar berada pada sektor Sumber Daya Air (SDA) sebesar Rp 101,91 triliun, disusul Bina Marga sebesar Rp 96,32 triliun. Sementara itu, sektor Cipta Karya memperoleh Rp 25,69 triliun dan Prasarana Strategis sebesar Rp 24,67 triliun.
Adapun anggaran untuk Sistem Informasi Bencana Banjir (SIBB), Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (DJBK), dan Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur (DJPI) mencapai Rp 700 miliar.
Pada sektor SDA, program reguler mencakup pembangunan jaringan irigasi seluas 49.000 hektare (ha) dan rehabilitasi jaringan irigasi seluas 308.121 ha. Program lainnya meliputi pengendalian banjir dan daya rusak air sepanjang 159 kilometer (km), pengamanan pantai sepanjang 22 km, pengendalian sedimen atau lahar sebanyak 45 unit, serta penambahan kapasitas air baku sebesar 9,08 meter kubik per detik (m3/s).
Sektor Bina Marga menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 524,49 km, peningkatan kapasitas dan preservasi jalan sepanjang 6.247 km, pembangunan jembatan sepanjang 5.945 meter, serta preservasi dan penggantian jembatan sepanjang 56.728 meter.
Selain itu, terdapat pembangunan flyover dan underpass sepanjang 10.640 meter, pembangunan jalan tol sepanjang 71,05 km, penanganan jalan daerah sepanjang 134,46 km, serta pembangunan 74 unit jembatan gantung.
Pada sektor Cipta Karya, program reguler meliputi pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) berkapasitas 550 liter per detik, SPAM berbasis masyarakat sebanyak 200.000 sambungan rumah (SR), serta layanan sanitasi sebanyak 336.957 kepala keluarga (KK).
Program lainnya mencakup penanganan persampahan untuk 872.744 KK, peningkatan kapasitas SPAM sebesar 150 liter per detik, perluasan SPAM sebanyak 143.000 SR, penanganan kemiskinan ekstrem seluas 250 ha, serta pembangunan dan rehabilitasi bangunan gedung seluas 2.500 meter persegi (m2).
Sementara itu, sektor Prasarana Strategis menargetkan revitalisasi sarana dan prasarana madrasah sebanyak 800 unit, pembangunan 50 unit Sekolah Rakyat, serta pembangunan prasarana perguruan tinggi dan perguruan tinggi keagamaan sebanyak 11 unit.
Program lainnya mencakup pembangunan 11 unit prasarana perekonomian berupa pasar, empat unit prasarana olahraga, satu unit prasarana cagar budaya, serta dua unit prasarana kesehatan.
Menteri PU Minta Tahun Anggaran 2028 Perhitungkan Bencana
Disampaikan secara video virtual, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, penyusunan program infrastruktur 2028 harus mengacu pada Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan sasaran PU 608.
Sasaran tersebut mencakup penurunan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) ke bawah 6, kemiskinan menuju 0%, serta pertumbuhan ekonomi mencapai 8% pada 2029. "Acuannya hanya satu, acuannya tunggal yaitu Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan sasaran tunggal yaitu PU 608," kata Dody saat menyampaikan arahan Rakorbangwil 2026 dalam video virtual.
Dody mengatakan, evaluasi capaian dan manfaat pembangunan menjadi dasar penyusunan program infrastruktur. Pemerintah juga perlu mengidentifikasi kebutuhan yang belum terpenuhi di tengah efisiensi anggaran.
Baca Juga
Waskita (WSKT) Garap Jembatan Pulau Laut Rp 1,09 Triliun, Progres 18,4%
Dikatakan Dody, perencanaan infrastruktur 2028 harus mempertimbangkan mitigasi bencana dan ketahanan infrastruktur. Dia memaparkan lima strategi pembangunan infrastruktur, yakni mempercepat pencapaian Asta Cita, memperkuat kesiapsiagaan darurat dan pemulihan pascabencana, melanjutkan program instruksi presiden termasuk infrastruktur berbasis masyarakat, mengoptimalkan infrastruktur yang ada, serta memadukan program kementerian dan lembaga.
"Selain itu, pemerintah daerah juga mendukung dengan kesiapan lahannya, pengelolaan serta komitmen pemeliharaan yang berkelanjutan," tutur Dody.
Rangkaian Rakorbangwil 2026 dilanjutkan dengan sosialisasi Aplikasi Sipro pada 21 Oktober 2026. Pengusulan program oleh kementerian/lembaga dijadwalkan pada 22–26 Oktober 2026, sedangkan pemerintah daerah melakukan input catatan pada 27–29 Oktober 2026.
Pembahasan melalui desk Rakorbangwil dijadwalkan pada 2–6 November 2026 untuk menyeleksi dan mematangkan kesiapan kawasan prioritas serta rencana program infrastruktur PU TA 2028.
