Kemenpar Catatkan 377 Event Pariwisata, Perputaran Ekonomi Tembus Rp 45,9 Triliun!
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mencatat 377 event mendapat dukungan pemerintah sepanjang 2025 hingga September 2026. Kajian terhadap 354 event menunjukkan kegiatan tersebut menarik 23,91 juta pengunjung dengan perkiraan perputaran ekonomi Rp 45,9 triliun.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar), Ni Luh Puspa menyebut bahwa event dapat menggerakkan ekonomi daerah dalam waktu relatif singkat. “Angka Rp45,9 triliun itu menggambarkan bagaimana sebuah event dapat menjadi mesin ekonomi dalam waktu relatif singkat,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (20/10/2026).
Selain event, Kemenpar mendorong pemerataan manfaat pariwisata melalui pengembangan desa wisata. Hingga September 2026, lebih dari 6.300 desa wisata tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta).
Pemantauan Kemenpar di 66 desa wisata menunjukkan pendapatan desa dari pariwisata naik 29,62% pada 2025. Nilainya meningkat dari Rp 46,05 miliar pada 2024 menjadi Rp 59,70 miliar pada 2025.
Kunjungan wisatawan mancanegara ke desa wisata meningkat 35,48% menjadi 74.409 kunjungan. Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara naik 45,17% menjadi sekitar 2,25 juta perjalanan.
Baca Juga
2 Tahun Prabowo-Gibran, Pariwisata Sumbang Rp 1.138 Triliun ke PDB
Dampak ekonomi juga terlihat pada tenaga kerja lokal di desa wisata yang meningkat 53,33% menjadi 4.959 orang. Jumlah kamar homestay bertambah hampir 50% menjadi 3.074 kamar, sementara UMKM di desa-desa yang dipantau mencapai 6.469 usaha pada Maret 2026.
“Inilah salah satu gambaran paling sederhana tentang pariwisata berdampak. Pariwisata dengan demikian tidak hanya membawa orang menuju desa. Pariwisata dapat membawa peluang ekonomi lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Wamenpar.
Kemenpar juga menata usaha akomodasi untuk mendorong persaingan yang lebih sehat dan perlindungan wisatawan. Hingga 23 September 2026, sebanyak 113.692 unit usaha akomodasi jangka pendek telah memiliki nomor induk berusaha (NIB), naik 65,2% dibandingkan 31 Maret 2025.
