Dayabumi–GEM Kembangkan Energi Bersih untuk Industri di Sulawesi Tengah
Poin Penting
|
Kerja sama dengan IGIP dan QMB juga mencakup rencana penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 MWh untuk mendukung pengembangan industri rendah karbon.
JAKARTA, Investortrust.id — PT Daya Bumi Energi (Dayabumi Group) menggandeng ekosistem GEM Group asal Tiongkok untuk menjajaki pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas hingga 90 megawatt-peak (MWp) dan sistem penyimpanan energi baterai berkapasitas 40 megawatt-hour (MWh). Rencana tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan energi bersih kawasan industri di Sulawesi Tengah sekaligus mendorong transformasi industri rendah karbon.
Kerja sama itu dituangkan dalam dua nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), masing-masing antara Dayabumi dan International Green Industrial Park (IGIP), serta antara Dayabumi dan PT QMB New Energy Materials Indonesia (QMB) di Jakarta. Berdasarkan keterangan perusahaan pada Senin (19/10/2026), kedua kesepahaman menjadi langkah awal untuk mengkaji pengembangan proyek dan memperluas pemanfaatan energi terbarukan bagi sektor industri.
Chairman GEM Group Prof. Xu Kaihua mengatakan, kolaborasi tersebut menunjukkan semakin besarnya keterlibatan perusahaan lokal dalam pengembangan industri. Kemitraan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara perusahaan Indonesia dan Tiongkok dalam penyediaan infrastruktur energi berkelanjutan.
“Kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok kini memasuki babak baru, dengan semakin besarnya keterlibatan perusahaan lokal dalam pengembangan industri. Melalui kolaborasi dengan Dayabumi Energi, kami ingin memperluas pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung kebutuhan kawasan industri sekaligus mendorong transformasi menuju industri yang lebih rendah karbon,” ujar Xu.
Garibaldi “Boy” Thohir, selaku Ketua Kadin Indonesia Komite Tiongkok (KIKT), menilai kemitraan tersebut mencerminkan kepercayaan yang semakin kuat antara pelaku usaha kedua negara. Ia optimistis bisnis energi terbarukan akan berkembang semakin pesat sejalan dengan arah pengembangan energi nasional.
Baca Juga
“Kerja sama ini mencerminkan kepercayaan kedua belah pihak yang semakin kuat. Ke depan, bisnis energi terbarukan akan semakin pesat, dan hal ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden mengenai 100 GW. Proyek ini menjadi percontohan kawasan industri dengan listrik bersih dan salah satu yang terbesar di Indonesia,” ujar Boy dalam sambutannya.
Kedua MoU ditandatangani oleh Gamma Thohir selaku Chairman dan President Commissioner Dayabumi Energi, bersama Wang Qiang selaku Senior Deputy General Manager GEM Group dan General Manager IGIP, serta Dr. Xu Pengyun selaku Deputy General Manager GEM Group dan Executive Deputy General Manager PT QMB New Energy Materials Indonesia. Prosesi tersebut disaksikan oleh Boy Thohir dan Xu Kaihua sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kolaborasi bisnis dan pengembangan energi terbarukan Indonesia–Tiongkok.
Rencana PLTS 90 MWp dan sistem penyimpanan energi baterai atau Battery Energy Storage System (BESS) 40 MWh menjadi salah satu fokus penjajakan solusi energi terbarukan bagi kebutuhan operasional industri. Melalui kerja sama ini, para pihak akan mengeksplorasi peluang proyek, melakukan kajian kelayakan teknis dan komersial, menyusun perencanaan infrastruktur, serta mengkaji model implementasi energi surya.
Dengan demikian, penandatanganan MoU merupakan fondasi awal pengembangan kerja sama. Pelaksanaan proyek akan tetap mempertimbangkan hasil kajian kelayakan, kebutuhan energi industri, dan keberlanjutan operasional.
Dalam keterangannya, perusahaan menyebut pemanfaatan energi surya memiliki peran strategis untuk mendiversifikasi sumber pasokan energi, mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil, serta mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca dari aktivitas industri.
Di tengah pertumbuhan kebutuhan energi sektor industri, pengembangan PLTS juga dipandang sebagai salah satu alternatif untuk memperluas bauran energi terbarukan. Ketersediaan pasokan energi yang lebih berkelanjutan diharapkan dapat mendukung daya saing industri dalam menghadapi tuntutan keberlanjutan pada rantai pasok global.
Bagi Dayabumi, kolaborasi ini memperluas peluang pengembangan proyek energi terbarukan berskala besar melalui kemitraan dengan perusahaan internasional yang berpengalaman membangun ekosistem industri dan material energi baru. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan serta mendukung kegiatan industri yang lebih efisien dan berkelanjutan di Indonesia.
PT Daya Bumi Energi berfokus pada pengembangan solusi energi, termasuk pengembangan dan pemanfaatan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan industri. Melalui kemitraan strategis, perusahaan berupaya menghadirkan solusi yang mendukung efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan sektor industri nasional.
Sementara itu, GEM Group merupakan perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang daur ulang sumber daya, pengolahan mineral, dan pengembangan material energi baru. Di Indonesia, GEM mengembangkan ekosistem industri melalui QMB dan IGIP, khususnya dalam pengolahan sumber daya nikel, pengembangan rantai nilai material baterai, pemanfaatan sumber daya, serta penerapan ekonomi sirkular.
Integrasi energi terbarukan diharapkan memperkuat pengembangan ekosistem industri GEM yang lebih rendah karbon. Kemitraan dengan Dayabumi sekaligus menjadi pijakan untuk mengidentifikasi peluang kerja sama jangka panjang dalam penyediaan solusi energi bersih bagi industri Indonesia.
