TEI ke-41 Resmi Ditutup, Mendag Ungkap Potensi Transaksi Tembus Rp 414 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso resmi menutup gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 pada Minggu, (18/10). Selama lima hari pelaksanaan, pameran dagang terbesar di Indonesia ini mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 22,94 miliar atau tembus sekitar Rp 414 triliun, dan melampaui target yang ditetapkan sebelumnya, yakni US$ 17,5 miliar.
Mendag Budi mengatakan, capaian TEI ke-41 merupakan hasil sinergi pemerintah, perwakilan perdagangan RI di luar negeri, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan. Ia menilai seluruh pihak berhasil bekerja sama untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer internasional.
“Selama lima hari penyelenggaraan TEI ke-41, nilai transaksi mencapai US$ 22,94 miliar, melampaui target US$ 17,5 miliar. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari eksportir, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, hingga para pemangku kepentingan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).
Nilai potensi transaksi TEI ke-41 mencakup 426 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU). Di dalamnya juga sudah termasuk nilai potensi transaksi sebesar US$ 327,77 juta dalam penyelenggaraan pameran kuliner dalam negeri Pangan Nusa Expo yang berlangsung di tempat dan waktu yang sama dengan TEI ke-41. Sementara itu, jika dilihat secara keseluruhan, potensi transaksi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat mencapai US$ 510,79 juta.
Negara dengan nilai potensi transaksi terbesar pada TEI 2026 adalah India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Sementara itu, kategori produk dengan nilai potensi transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta kertas.
Baca Juga
TEI ke-41 Hari Pertama Catat 168 MoU Senilai US$ 13,2 M, Belanda hingga Jepang Pasar Potensial
Dari sisi partisipasi, TEI ke-41 diikuti 1.873 ekshibitor, melampaui target 1.500 perusahaan hingga sebesar 24,9% dari target yang ditetapkan. Pameran tahun ini juga mencatat 9.600 buyer terdaftar dari 151 negara. Berdasarkan jumlah buyer, lima mitra dagang dengan partisipasi terbesar adalah India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan.
Sementara itu, jumlah pengunjung pameran tercatat lebih dari 45.287 orang, meningkat 31,08% dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu. Untuk mendorong momentum pasca-TEI ke-41, Kemendag menerapkan strategi terintegrasi melalui tiga tahapan.
Pertama, pertemuan untuk penjajakan kerja sama bisnis (business matching) sebelum pameran dengan dukungan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Kedua, business matching selama pameran. Ketiga, pengawalan kesepakatan dagang setelah pameran agar peluang transaksi dapat ditindaklanjuti.
“Kami tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Kementerian Perdagangan bersama perwakilan perdagangan di luar negeri akan terus memantau dan mengawal kesepakatan yang terjalin selama TEI. Harapannya, kesepakatan tersebut dapat berkembang menjadi kontrak dagang dan memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja ekspor nasional,” ungkapnya.
