PGN (PGAS) Jajaki Potensi Gas Bumi untuk UMKM Trenggalek
Poin Penting
|
AKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN Subholding Gas Pertamina, mendukung penjajakan pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Pengembangan jaringan gas rumah tangga berpotensi memperluas akses energi domestik sekaligus membuka alternatif sumber energi bagi kegiatan produksi UMKM.
Dukungan tersebut disampaikan melalui partisipasi PGN dalam kegiatan bimbingan teknis dan sosialisasi pengaturan serta pengawasan gas bumi melalui pipa yang diselenggarakan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama Anggota Komisi XII DPR RI di Trenggalek.
Direktur Gas Bumi BPH Migas Muhiddin menjelaskan, jaringan gas bumi untuk rumah tangga atau jargas memungkinkan pelanggan menerima pasokan gas langsung melalui pipa ke rumah. Skema tersebut membuat pelanggan tidak perlu membeli dan mengganti tabung gas secara berkala.
Baca Juga
PGN (PGAS) Dukung Jargas Gresik-Sidoarjo Jadi Bagian Target 1 Juta Sambungan
Pengembangan jargas juga diarahkan untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor liquefied petroleum gas (LPG) atau gas minyak cair. “Dengan adanya program jargas ini, kita akan bisa menekan impor LPG yang sampai saat ini sudah mencapai 7,5 juta ton per tahun,” ungkap Muhiddin.
Anggota Komisi XII DPR Sartono menekankan pentingnya pengaturan dan pengawasan penyaluran gas bumi melalui pipa untuk mendukung ketahanan energi, daya saing industri, kepastian investasi, serta perlindungan konsumen.
"Pembangunan infrastruktur gas bumi perlu terintegrasi dari sisi ketersediaan pasokan hingga penyaluran kepada konsumen akhir. Kesiapan rantai pasok tersebut diperlukan agar pengembangan jaringan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung kegiatan ekonomi daerah," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Sartono juga menyoroti peluang pengembangan jaringan gas bumi di wilayah Mataraman, termasuk Kabupaten Trenggalek. Penjajakan tersebut perlu memperhitungkan potensi wilayah dan kebutuhan energi masyarakat sebelum masuk ke tahap perencanaan pembangunan.
“Peluang pembangunan jargas perlu dibahas lebih lanjut bersama kementerian dan lembaga terkait dengan mempertimbangkan potensi wilayah serta kebutuhan masyarakat,” kata Sartono.
Area Head PGN Sidoarjo Heri Frastiono menyampaikan, aktivitas ekonomi lokal di Trenggalek dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penjajakan pemanfaatan gas bumi, terutama untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat.
Produk unggulan daerah seperti keripik tempe, alen-alen, dan berbagai makanan olahan mencerminkan aktivitas UMKM yang membutuhkan energi dalam proses produksi. Gas bumi berpotensi menjadi alternatif sumber energi bagi pelaku usaha apabila tersedia pasokan yang memadai dan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
“Gas bumi memiliki keunggulan dari sisi kepraktisan, kenyamanan, potensi efisiensi biaya energi, serta karakteristik pembakaran yang lebih bersih. Bagi pelaku UMKM, ketersediaan energi yang andal dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses produksi dan pengembangan usaha,” jelas Heri.
Meski demikian, pengembangan jaringan gas bumi di suatu wilayah memerlukan kajian mengenai ketersediaan pasokan, kesiapan infrastruktur, potensi permintaan pelanggan, serta keekonomian proyek. Faktor-faktor tersebut menentukan kelayakan pembangunan jaringan dan pemanfaatannya oleh rumah tangga maupun pelaku usaha.
Baca Juga
Fondasi Bisnis Menguat, PGN (PGAS) Menjaga Kepercayaan Investor
Heri mengatakan PGN terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi potensi pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah, termasuk Trenggalek.
“PGN senantiasa terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi potensi pengembangan pemanfaatan gas bumi di berbagai daerah, termasuk Trenggalek. Melalui sinergi dan perencanaan yang terukur, kami berharap manfaat gas bumi domestik dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha,” tambah Heri.
