Pesan Menteri Ara Jelang Ultah Prabowo, Singgung Korupsi hingga Filosofi Bunga Wijayakusuma
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan pesan kepada jajaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjelang ulang tahun ke-75 kepala negara pada Sabtu (17/10/2026). Ia mengingatkan para pejabat agar tidak melakukan korupsi dan menjalankan amanah dengan baik.
Menurut Maruarar, pejabat negara telah mendapatkan kepercayaan berupa jabatan, fasilitas, kekuasaan, dan kewenangan dari negara, rakyat, serta presiden. Karena itu, ia setuju koruptor diberikan sanksi yang sangat keras.
"Saya sangat setuju diberikan sanksi yang sangat keras kepada koruptor, apalagi yang sudah diberikan kesempatan untuk jabatan, fasilitas, kekuasaan, kewenangan oleh negara, rakyat, dan presiden, itu memalukan ya," kata Ara saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2026).
Ia juga meminta jajaran pemerintahan Prabowo tidak menjadi beban bagi presiden. Dikatakan Ara, para pejabat harus bekerja dengan semangat, rajin, dan loyal dalam menjalankan tugas.
"Ya, tentu beliau (Prabowo Subianto) ini kan punya cita-cita yang luhur, ya kami doakan, kami semua anak buahnya jangan ada yang jadi beban, jangan yang jadi merepotkan, jangan korupsi, jangan tidak loyal, jangan tidak rajin, ya harus bekerja dengan semangat dan rajin," ujarnya.
Politisi Partai Gerindra itu menilai, kesempatan mengemban jabatan di pemerintahan merupakan kehormatan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Karena tidak banyak dari 280 juta rakyat Indonesia yang diberikan kesempatan itu kan tidak banyak, ini kan harusnya adalah kehormatan, kehormatan yang sudah diberikan oleh negara ya, melalui Bapak Presiden, ya gunakanlah sebaik-baiknya," ucap Ara.
Dalam kesempatan itu, Maruarar menyampaikan ucapan ulang tahun kepada Prabowo. Ia berharap presiden diberikan umur panjang, kesehatan, dan dapat memimpin Indonesia.
"Semangat ulang tahun kepada Bapak Presiden, panjang umur, sehat, dan bisa mimpin negara kita semua dan saya yakin ya bisa juga melawan korupsi dengan sungguh-sungguh," ucapnya.
Filosofi Bunga Wijayakusuma
Tak hanya menyinggung soal tindakan korupsi, Maruarar turut menceritakan filosofi bunga Wijayakusuma yang diajarkan ayahnya sejak kecil. Pesan itu menjadi pengingat tentang pentingnya bekerja dengan rajin, bersih, berani, dan cepat ketika mendapatkan kesempatan mengurus negara.
Ia bercerita, saat masih kecil, ayahnya (mendiang Sabam Sirait) kerap membangunkan dirinya dan adik-adiknya pada tengah malam untuk melihat bunga Wijayakusuma yang tumbuh di teras rumah.
"Bapak saya ajarin Bunga Wijayakusuma, pernah lihat Bunga Wijayakusuma enggak? Jadi Wijayakusuma itu waktu saya kecil itu, adik-adik saya dibangunin biasanya malam, jam 00.00 malam, 'Bangun bangun, bangun, lihat tuh bunganya'," kata Maruarar.
Maruarar menyatakan, dirinya pernah bertanya kepada ayahnya mengenai makna bunga tersebut. Ayahnya kemudian berpesan agar kesempatan mendapatkan jabatan dan kewenangan digunakan untuk memberikan yang terbaik bagi negara dan rakyat.
Baca Juga
Pemerintah Targetkan Sertifikasi Gratis 11 Juta Tanah MBR hingga 2029
"Ya, mungkin suatu saat Tuhan akan kasih kesempatan kamu mengurus negara, diberikan kewenangan, diberikan jabatan, pastikan bekerja yang rajin, bekerja yang bersih, tidak korupsi, bekerja yang berani, bekerja yang cepat untuk rakyatmu. Karena tidak ada kekuasaan yang abadi, tidak ada jabatan yang abadi," ujar Ara, mengutip pesan ayahnya.
Menurut Maruarar, Sang Ayah menjadikan bunga Wijayakusuma sebagai pengingat bahwa kekuasaan dan jabatan tidak berlangsung selamanya. Bunga yang mekar pada malam hari itu akan layu pada pagi berikutnya.
"Seperti bunga ini, besok pagi kita lihat dia sudah layu, sehingga nanti jangan sampai kalian kalau suatu saat Tuhan kasih kesempatan melalui presiden, melalui negara, kalian tidak pernah memberikan yang terbaik bagi negara dan rakyatmu," jelas Ara saat bercerita kepada awak media tentang pesan ayahnya.
Ara melanjutkan, ayahnya mengingatkan bahwa seseorang dapat menyesal ketika kesempatan memegang kekuasaan berakhir tanpa pernah memberikan yang terbaik bagi negara dan rakyat.
"Pada saat kekuasaan, kesempatan itu sudah dicabut, karena tidak ada kekuasaan yang abadi, ya kamu akan menyesal, karena tidak pernah memberikan yang terbaik, terberani, terbersih, tercepat bagi negara dan rakyatmu," ucapnya.
Menteri Ara mengatakan, pesan tersebut masih dipegangnya hingga sekarang. "Ya itu pesan dari orang tua saya yang saya pegang sampai sekarang, filosofis Bunga Wijaya Kusuma," katanya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk saling mendoakan dan menggunakan waktu serta kesempatan yang diberikan dengan penuh tanggung jawab. "Semua orang itu ada waktunya, ada zamannya, ya, mari kita saling mendoakan dan saling menguatkan untuk menggunakan waktu ini, waktu yang Tuhan berikan," ujar Maruarar.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan menggelar rapat bersama seluruh menteri dan jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Bogor pada Jumat (16/10/2026) malam, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-75.
Baca Juga
BP Tapera Catat 121.363 KPR FLPP Tersalurkan hingga Juli, BTN Jadi Penyalur Terbesar
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Syahganda membenarkan agenda tersebut saat dikonfirmasi. "Kalau diundang jam 19.00 WIB, benar," kata Syahganda.
Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi juga membenarkan adanya rapat kabinet yang dipimpin langsung oleh Prabowo. Menurut dia, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin untuk memantau pelaksanaan program Asta Cita Presiden Prabowo di masing-masing kementerian dan lembaga.
"Agenda rutin saja. Tentang monitoring dan pengendalian implementasi program-program Asta Cita Presiden di masing-masing kementerian, sesuai tugas pokok fungsinya," tutur Viva Yoga.
