Bahlil Gelar Rapat dengan Dasco hingga Kapolri, Ternyata Bahas Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan DPR, Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kepala BP BUMN, Kapolri, hingga jajaran Pertamina pada Jumat (16/10/2026). Pertemuan tersebut membahas upaya mendorong penciptaan nilai tambah, meningkatkan penerimaan negara, serta memperkuat ketahanan energi di tengah ketidakpastian global.
Bahlil mengatakan, rapat tersebut merupakan bagian koordinasi awal dalam menjalankan tugas Kementerian Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Sejumlah pejabat yang hadir antara lain, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Kapolri Suyudi Ario Seto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Muhammad Herindra, serta perwakilan Pertamina.
Baca Juga
Bahlil Minta Hambatan Ekspor Dipangkas, Daya Saing Produk RI Jadi Taruhan
“Rapat sifatnya koordinasi saja dalam rangka mendorong bagaimana penciptaan nilai tambah dan bagaimana bisa meningkatkan PNBP (pendapatan negara bukan pajak) dan meningkatkan devisa kita di era kondisi global yang tidak menentu,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurut dia, dukungan lintas lembaga diperlukan untuk mempercepat agenda hilirisasi yang bertujuan meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam di dalam negeri. Selain itu, koordinasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat penerimaan negara bukan pajak (PNBP), menambah devisa, serta mendukung agenda ketahanan dan transisi energi nasional.
“Saya meminta dukungan dari mereka semua, dari abang-abang saya, dari tim semua agar ini bisa kita lakukan termasuk dengan urusan ketahanan energi dan transisi energi. Saya pikir itu rapatnya,” beber Bahlil.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil memberikan gambaran awal mengenai lembaga yang kemungkinan berada di bawah koordinasi kementerian koordinator yang dipimpinnya. Dia menyebut selain Kementerian ESDM, Kementerian Investasi sebagai institusi yang hampir pasti masuk dalam koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi.
Saat ditanya apakah Kementerian Perindustrian juga akan masuk dalam koordinasi tersebut, Bahlil memberikan sinyal bahwa hal itu mungkin terjadi. Namun, dia menegaskan bahwa informasi tersebut belum merupakan keputusan resmi karena susunan koordinasi kementerian dan lembaga akan ditetapkan melalui peraturan presiden (perpres). “Rasa-rasanya ya. Tapi itu baru feeling,” ujar Bahlil.
Baca Juga
Impor LPG Tembus 8 Juta Ton, Bahlil Dorong Optimalisasi Kilang Dalam Negeri
Bahlil menyatakan, perpres yang mengatur struktur koordinasi Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi diperkirakan segera rampung. Setelah aturan tersebut terbit, pembagian kewenangan dan cakupan koordinasi antarkementerian dan lembaga akan memiliki dasar formal untuk mendukung pelaksanaan agenda hilirisasi, peningkatan devisa, serta penguatan ketahanan energi Indonesia.
“Saya kasih bocoran saja. Itu kan nanti di perpres, mungkin perpresnya sebentar lagi selesai. Tetapi yang tadi rapat dengan saya, itu adalah Pak BP BUMN, Kementerian Investasi, insyaallah sudah hampir pasti di bawah koordinasi Kemenko Hilirisasi,” sebut dia.
