PHE dan Elnusa (ELSA) Pamer Teknologi Geosains untuk Optimalkan Produksi Migas
Poin Penting
|
BANDUNG, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), subholding hulu migas PT Pertamina (Persero), mengandalkan teknologi geosains untuk mendukung penemuan cadangan baru dan optimalisasi produksi minyak dan gas bumi (migas). Upaya tersebut ditampilkan bersama PT Elnusa Tbk (ELSA), dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (PIT HAGI) 2026 di Bandung pada 13–15 Oktober 2026.
Dalam ajang yang mempertemukan praktisi, akademisi, peneliti, dan pelaku industri geosains tersebut, PHE menghadirkan Elnusa untuk memamerkan berbagai teknologi dan layanan geosains. Kolaborasi ini diarahkan untuk meningkatkan keberhasilan eksplorasi serta mendukung ketahanan energi nasional.
Baca Juga
PHE Lepas Pantai Bunyu Sosialisasikan Rencana Eksplorasi di Kalimantan Utara
Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi Hermansyah Y Nasroen mengatakan penerapan teknologi berbasis data dan inovasi berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan industri hulu migas. Menurut dia, integrasi teknologi di wilayah kerja PHE ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan keberhasilan eksplorasi maupun pengembangan lapangan.
“PHE terus mendorong integrasi teknologi terkini di seluruh wilayah kerja untuk meningkatkan efisiensi dan tingkat keberhasilan eksplorasi maupun pengembangan lapangan. Melalui kehadiran Elnusa di booth PHE pada PIT HAGI 2026, kami memperlihatkan bagaimana sinergi Subholding Upstream menghadirkan solusi teknologi hulu migas yang adaptif, efektif, serta berdaya saing tinggi demi menopang ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” ujar Hermansyah dalam keterangannya, Jumat (16/10/2026).
Salah satu teknologi yang diperkenalkan Elnusa adalah Vibroseis Enhanced Oil Recovery (EOR), metode yang memanfaatkan gelombang elastik untuk membantu meningkatkan mobilitas minyak di dalam reservoir atau lapisan batuan tempat hidrokarbon tersimpan. Teknologi ini ditujukan untuk mengoptimalkan perolehan minyak dari lapangan yang telah berproduksi.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk mengoptimalkan potensi lapangan eksisting. Selain mengeksplorasi wilayah baru, industri hulu migas juga perlu meningkatkan perolehan minyak dari reservoir yang masih menyimpan hidrokarbon tetapi menghadapi tantangan produksi.
Elnusa juga menampilkan layanan Seismic Data Processing & Imaging, yakni pemrosesan dan pencitraan data seismik untuk membantu menggambarkan struktur bawah permukaan bumi. Teknologi yang diperkenalkan mencakup Pre-Stack Time Migration (PSTM), Pre-Stack Depth Migration (PSDM), dan Full Waveform Inversion (FWI).
Hermansyah juga menyoroti kontribusi Elnusa dalam pengembangan solusi teknologi untuk mendukung operasi hulu migas. Kolaborasi kedua perusahaan mencakup penguatan kompetensi dan kapabilitas operasional untuk menghadapi tantangan eksplorasi serta pengembangan lapangan.
Teknologi Migas Disertai Program Ekonomi Sirkular
Selain teknologi bawah permukaan, PHE dan Elnusa memperkenalkan inisiatif lingkungan dan sosial melalui Elnusa Green Bottle Movement. Program ini mengolah botol plastik bekas menjadi produk berbahan kain felt yang memiliki nilai guna melalui kerja sama dengan Plasticpay dan komunitas binaan Elnusa.
Baca Juga
Elnusa (ELSA) Optimalkan Sumur 'Idle' dengan 'Hydraulic Workover Unit'
Program tersebut menggabungkan pengelolaan sampah plastik dengan pemberdayaan masyarakat. Elnusa melibatkan penyandang disabilitas dan kelompok ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di wilayah Ring 1 Graha Elnusa melalui pelatihan keterampilan dan kewirausahaan.
Produk hasil daur ulang turut dipamerkan di booth PHE dalam PIT HAGI 2026. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan atau Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan dan menghasilkan produk bernilai ekonomi.
