Pertamina Hulu Energi LPB Mulai Bor Sumur Tingkilan-001, Bidik Cadangan Migas Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB), perusahaan hulu migas yang menjadi bagian Subholding Upstream Pertamina, mulai mengebor Sumur Tingkilan-001 di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, pada 2 Oktober 2026. Kegiatan eksplorasi di Wilayah Kerja Maratua tersebut ditujukan untuk menguji potensi migas dan membuka peluang penambahan cadangan energi nasional.
Manager Drilling Zona 10 Muhdi Rizal mengatakan kegiatan eksplorasi menjadi salah satu langkah perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas. Penemuan sumber daya baru diharapkan dapat mendukung ketersediaan energi dalam jangka panjang.
Baca Juga
Semangat HUT Kemerdekaan RI, PHE Perkuat Ketahanan Energi Lewat Eksplorasi dan CEOR
“Kami terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi untuk menemukan sumber daya migas baru dan menjaga keberlanjutan produksi Perusahaan. Melalui kegiatan eksplorasi Tingkilan-001, kami berharap dapat menambah cadangan migas yang akan berkontribusi bagi ketersediaan dan ketahanan energi Indonesia,” ujar Rizal dikutip Kamis (15/10/2026).
Pengeboran berlangsung di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, dengan menggunakan Rig PDSI #21.2 berkapasitas 700 tenaga kuda atau horsepower (HP). Sumur Tingkilan-001 dibor secara vertikal dengan target kedalaman akhir 1.574 meter berdasarkan pengukuran sepanjang lubang sumur atau measured depth (mMD), setara dengan 1.554 meter kedalaman vertikal di bawah permukaan laut atau true vertical depth subsea (mTVDSS).
"Perusahaan menyasar Formasi Menumbar dengan mengacu pada kajian geologi dan data bawah permukaan untuk menilai keberadaan potensi hidrokarbon, yaitu minyak dan gas bumi," kata dia.
Sebelum pengeboran dimulai, PHE LPB telah menggelar sosialisasi kepada masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Perusahaan mengundang unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Mangkupadi untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi selama kegiatan berlangsung.
Sosialisasi tersebut menjadi sarana bagi perusahaan untuk menjelaskan rencana dan perkembangan eksplorasi, termasuk aspek keselamatan. Pertemuan dengan para pemangku kepentingan juga ditujukan untuk membuka ruang komunikasi apabila masyarakat membutuhkan informasi mengenai tahapan kegiatan di wilayah mereka.
Manager Exploration Planning & Operation Regional 3 Theodorus Rendhi mengapresiasi dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap kegiatan pengeboran tersebut. Menurut dia, komunikasi dengan seluruh pihak diperlukan agar pelaksanaan eksplorasi berlangsung aman dan dipahami oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Baca Juga
PHE Rampungkan Seismik 2D 6.000 Km di Selatan Jawa, Bidik Potensi Migas Baru
“Dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan eksplorasi Tingkilan-001 dapat berjalan dengan baik, aman, dan memberikan manfaat bagi wilayah sekitar. Kami juga terus membuka ruang komunikasi agar setiap tahapan kegiatan dapat dipahami bersama,” ujar Rendhi.
PHE LPB merupakan bagian dari Zona 10 Subholding Upstream Regional 3 yang dikelola oleh PT Pertamina Hulu Indonesia, perusahaan hulu migas yang mengelola kegiatan operasi di wilayah Kalimantan.
