IKN Kebanjiran Investasi Rp 6,56 Triliun, Ada Peternakan Ayam hingga Mebel Jepara
JAKARTA, investortrust.id – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) kembali mengantongi komitmen investasi sekitar Rp 6,56 triliun untuk pembangunan berbagai fasilitas di IKN, mulai dari hunian aparatur sipil negara (ASN), kawasan komersial, dan apartemen hingga peternakan ayam terintegrasi dan showroom mebel khas Jepara.
Investasi tersebut berasal dari skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), investasi langsung swasta, serta kerja sama pembangunan rumah tapak ASN. Sejumlah proyek yang telah disepakati akan segera memasuki tahap pembangunan dan diharapkan turut mendorong penciptaan lapangan kerja.
Berdasarkan keterangan resmi Otorita IKN, Rabu (14/10/2026), investasi tersebut mencakup proyek KPBU pembangunan delapan tower rumah susun (rusun) ASN senilai Rp 2,629 triliun dan lima proyek investasi langsung swasta dengan nilai total Rp 1,11 triliun. Selain itu, Otorita IKN telah menandatangani kerja sama pembangunan 109 rumah tapak ASN dengan PT Intiland Development Tbk (DILD) pada 6 Oktober 2026, dengan nilai investasi Rp 2,819 triliun.
Baca Juga
IKN Punya Kampus Pertama, 48 Mahasiswa Gunadarma Mulai Kuliah Pekan Ini
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan, pembangunan IKN tidak hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), tetapi juga melibatkan investasi swasta, KPBU, dan hibah. "Hari ini, kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya. Saya bersyukur karena IKN juga akan memberikan kontribusi terhadap pembukaan lapangan pekerjaan yang saat ini sangat dibutuhkan masyarakat," kata Basuki dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (15/10/2026).
Dari lima proyek investasi langsung swasta yang diteken pada 14 Oktober 2026, salah satunya bergerak di sektor pangan. PT Berdikari (Persero) akan mengembangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) di Wilayah Perencanaan (WP) 3 IKN. Proyek tersebut mencakup fasilitas parent stock layer farm dan hatchery di atas lahan seluas 17,27 hektare (ha). Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 177 miliar dengan kapasitas sekitar 140.000 ekor ayam.
Investasi lainnya datang dari sektor furniture PT Java Teak Indo akan membangun showroom mebel khas Jepara sekaligus kantor di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A. Proyek di atas lahan seluas 0,2 ha itu memiliki estimasi nilai investasi Rp 1,5 miliar. Bupati Jepara Witiarso Utomo menyambut keterlibatan pelaku usaha mebel dari daerahnya dalam pembangunan IKN. Menurut dia, kesempatan tersebut membuka ruang bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) daerah untuk turut berinvestasi.
"Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN. Kami dari Jepara walaupun kecil, tetapi diterima di IKN, ini suatu kebanggaan buat kami," ujar Witiarso.
Baca Juga
Total (TOTL) Bidik Cuan dari Proyek Data Center, Target Harga Saham Segini
Selain peternakan ayam dan mebel, PT Laziz Nusantara Grup akan mengembangkan restoran Arab, gerai gelato, dan gedung serbaguna di KIPP 1B. Proyek di atas lahan seluas 0,54 ha tersebut memiliki estimasi investasi Rp 10 miliar. Sementara itu, PT FYP Karya Perdana akan membangun Teras Padu, fasilitas olahraga dan komersial penunjang di KIPP 1A. Proyek seluas 0,45 ha tersebut diperkirakan membutuhkan investasi Rp 20 miliar.
Proyek terbesar dalam kelompok investasi langsung swasta tersebut adalah Grand Vista Nusantara yang dikembangkan PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park di KIPP 1B. Proyek di atas lahan seluas 3,57 ha itu mencakup kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran dengan estimasi investasi mencapai Rp 1 triliun.
Direktur PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park Yang Jinghui berharap pembangunan IKN dapat berlangsung semakin cepat dan tepat waktu sehingga menarik lebih banyak investor dari China. "Kami berterima kasih kepada Otorita IKN dan Indonesia atas kesempatan yang diberikan untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara. Kami harap pembangunan IKN berjalan semakin cepat, pesat, dan tepat waktu sehingga investor lain dari China akan semakin tertarik datang ke sini," tutur Yang.
Investasi Hunian Rp 5,448 Triliun
Di sektor perumahan, investasi untuk hunian ASN mencapai Rp 5,448 triliun melalui dua proyek, yakni pembangunan delapan tower rusun dan 109 rumah tapak. PT Nindya Karya (Persero) bersama PT Nindya Estate Management menjadi pemrakarsa proyek pembangunan delapan tower rusun ASN di WP 1A IKN. Proyek senilai Rp 2,629 triliun tersebut mencakup 288 unit rumah susun berukuran 190 meter persegi (m²) di atas lahan seluas 6,84 ha.
Baca Juga
IKN Bakal Jadi Tuan Rumah Forum Ekonomi Borneo 2027, Genjot Investasi Kawasan
Adapun pembangunan 109 rumah tapak ASN dikembangkan PT Intiland Development Tbk melalui badan usaha pelaksana PT Seratus Sembilan Nusantara di WP 1B KIPP IKN. Proyek senilai Rp 2,819 triliun itu berdiri di atas lahan seluas 9,17 ha. Sebanyak 79 unit rumah dibangun di Persil 1 seluas 6,6 ha, sedangkan 30 unit lainnya berada di Persil 2 seluas 2,4 ha.
Masa kerja sama proyek rumah tapak tersebut berlangsung selama 10 tahun, terdiri atas dua tahun masa konstruksi dan delapan tahun masa layanan. Pembangunannya ditargetkan selesai pada kuartal IV-2028.
Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah mengatakan, kepercayaan yang diberikan kepada perusahaannya menjadi komitmen untuk menghadirkan pembangunan berkualitas dan memberikan manfaat bagi IKN. "Bagi kami, kepercayaan ini merupakan amanah sekaligus komitmen untuk menghadirkan hasil pembangunan yang berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi Otorita IKN, bangsa, dan negara," kata dia.
