PU Bangun Tanggul Darurat di Padang, 14 Titik Longsor Sumbar-Jambi Kembali Fungsional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membangun tanggul darurat sepanjang 200 meter di Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), untuk mengurangi risiko banjir susulan. Sejalan dengan itu, akses jalan nasional ruas Tapan-Batas (Bts) Jambi yang terdampak longsor di 14 titik telah kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan melalui satu jalur.
Menteri PU, Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai teknis di Sumbar untuk mempercepat penanganan bencana, memastikan ketersediaan alat berat dan personel, serta memulihkan fungsi infrastruktur terdampak.
Baca Juga
Wamen LH Soroti Karhutla Gambut Jambi, Dorong Perusahaan Bangun Sekat Kanal
“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10/2026).
Banjir bandang yang melanda Kota Padang pada 10 Oktober 2026 berdampak pada 120 rumah yang tergenang. Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan irigasi, bendung, tanggul sepanjang sekitar 50 meter, serta dua bangunan intake sistem penyediaan air minum (SPAM). Selain itu, pipa transmisi sepanjang 1,5 kilometer (km) dilaporkan terputus dan satu masjid turut terdampak.
Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatra V Padang telah menyelesaikan pembangunan tanggul darurat sepanjang 200 meter di aliran Sungai Batang Air Dingin, tepat di kawasan Perumahan Lumin Park. Tanggul dengan ketinggian sekitar 3 meter tersebut dibangun untuk mengurangi risiko banjir susulan dan melindungi permukiman warga.
Pembangunan tanggul didukung tiga unit excavator yang mulai bekerja secara bertahap sejak Minggu (11/10/2026). Selain itu, penanganan darurat dilakukan melalui perbaikan alur sungai, pembersihan bangunan intake dari sedimen, serta penyediaan air bersih menggunakan lima unit mobil tangki air.
Kementerian PU juga menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Batang Kuranji. Pekerjaan yang direncanakan, meliputi normalisasi sungai, pembangunan atau peninggian tanggul pengaman banjir, serta pembangunan sabo dam dan check dam.
Baca Juga
Menhub Minta Jalan Rusak di Jalur Mudik Selesai Diperbaiki H-10 Lebaran
Mobilisasi tambahan alat berat direncanakan berlangsung bertahap mulai 15 Oktober 2026. Sementara itu, pengerukan muara direncanakan dimulai pada 13 Oktober dengan estimasi pengerjaan sekitar dua bulan.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, penanganan dilakukan pada ruas jalan nasional Tapan-Batas Jambi yang terdampak banjir, longsor, dan pohon tumbang pada 9-11 Oktober 2026.
Bencana tersebut menyebabkan badan jalan tertimbun material longsor di 14 titik sepanjang sekitar 16,2 km, mulai dari KM 219+100 hingga KM 235+300.
Hingga Senin (12/10/2026), kata Dody, ruas jalan tersebut telah kembali fungsional dan dapat dilalui kendaraan melalui satu jalur. "Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat masih membersihkan sisa material longsoran serta memasang rambu peringatan dan garis pengaman," ujarnya.
Penanganan darurat didukung empat unit excavator PC200, satu unit excavator mini, dua unit wheel loader, dan satu unit dump truck. BPJN Sumatra Barat juga menambah satu unit wheel loader untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Untuk penanganan permanen, Kementerian PU menyiapkan pembangunan retaining wall concrete (RWC) di KM 219+100 guna memperkuat badan jalan dan mengurangi risiko jalan terputus.
Dikatakan Dody, Kementerian PU terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mempercepat penanganan darurat serta menyiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana di Sumatra Barat.
