MIND ID Perkuat Investasi Strategis untuk Hilirisasi Mineral
Poin Penting
|
AKARTA, Investortrust.id - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, meraih penghargaan Excellence in Strategic Mining Investment dalam ajang Investor Daily Summit (IDS) 2026 atas pengembangan investasi strategis dan hilirisasi mineral. Perusahaan mengembangkan ekosistem industri dari bauksit hingga aluminium, pengolahan logam mulia, serta material baterai kendaraan listrik untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.
Penghargaan tersebut diberikan di tengah upaya pemerintah memperkuat peran investasi dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan bahwa kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia telah meningkat menjadi sekitar 38%–39%, dibandingkan kisaran 28%–32% pada periode sebelumnya.
Baca Juga
MIND ID Ungkap 5 Tantangan Pengelolaan Minerba Nasional, Ini Rinciannya
"Dalam satu dekade terakhir, total realisasi investasi di Indonesia mencapai sekitar Rp 9.100 triliun," kata dia dikutip Selasa (13/10/2026).
Rosan menilai hilirisasi menjadi salah satu penggerak transformasi ekonomi karena mendorong pembentukan rantai industri yang lebih lengkap di dalam negeri. Arah tersebut sejalan dengan Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
MIND ID mengarahkan investasinya untuk membangun ekosistem industri mineral yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan yang dilakukan mencakup rantai industri bauksit, alumina, dan aluminium di Kalimantan Barat, pengolahan serta pemurnian logam mulia di Gresik, hingga ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Maluku dan Jawa Barat.
Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam mengarahkan investasi ke sektor strategis yang menghasilkan nilai tambah jangka panjang bagi Indonesia.
“Investasi yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset, tetapi juga untuk membuka babak baru sektor pertambangan Indonesia melalui penguatan rantai nilai mineral. Dengan demikian, lebih banyak nilai tambah, aktivitas ekonomi, dan manfaat yang dapat tercipta bagi negara dan masyarakat,” kata Dany.
Hilirisasi Meningkatkan Nilai Komoditas Mineral
Salah satu gambaran potensi hilirisasi terlihat pada pengolahan bauksit. Komoditas tersebut sebelumnya bernilai sekitar US$ 40 per ton. Setelah diolah menjadi alumina, nilainya dapat mencapai sekitar US$ 350 per ton, kemudian meningkat hingga sekitar US$ 3.200 per ton ketika diproses menjadi aluminium.
Perbedaan nilai tersebut menggambarkan potensi ekonomi dari pengolahan mineral di dalam negeri. Proses hilirisasi juga mendorong kebutuhan pembangunan fasilitas pengolahan, infrastruktur pendukung, tenaga kerja, dan layanan industri terkait.
Baca Juga
MIND ID Perkuat Tata Kelola Timah di Belitung Pasca-Kantor PT Timah (TINS) Dibakar
Transformasi serupa berlangsung pada komoditas nikel. Mineral yang sebelumnya banyak dipasarkan sebagai bahan mentah telah menjadi bahan baku bagi pengembangan industri feronikel dan material baterai. Pengembangan rantai industri tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan bahan baku untuk kendaraan listrik.
Dany mengatakan investasi perusahaan akan terus berlanjut untuk mendukung penguatan industri mineral nasional dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Investasi strategis di sektor mineral bukan hanya tentang membangun fasilitas baru. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperbesar penerimaan negara, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pada akhirnya, itulah fondasi yang akan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkas Dany.
