Fondasi Bisnis Menguat, PGN (PGAS) Menjaga Kepercayaan Investor
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN, Subholding Gas Pertamina, meraih penghargaan Best Energy Sector - IDX Main Board dalam ajang EmitenNews Capital Market Excellence Awards 2026. Penghargaan ini menyoroti kemampuan perusahaan menjaga performa keuangan, menerapkan tata kelola, dan memberikan imbal hasil kepada pemegang saham.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan pencapaian tersebut menjadi pengakuan atas upaya perusahaan mempertahankan kinerja di tengah perubahan industri energi. PGN juga akan melanjutkan strategi pertumbuhan dengan mengutamakan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan.
Baca Juga
PGN (PGAS) Perluas Jaringan Gas Bumi, Sasar 34.000 Rumah di Batam
"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas upaya PGN dalam menjaga kinerja bisnis sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pemegang saham. PGN akan terus menjalankan strategi pertumbuhan secara prudent dengan mempertahankan disiplin keuangan dan memperkuat fundamental bisnis," ujar Fajriyah dalam keterangan tertulis, Senin (12/10/2026).
Ajang penghargaan tersebut mengusung tema "Connecting Leaders, Championing Growth" dan semangat "A Decade of Leadership". Penyelenggara menggunakan sejumlah indikator untuk mengevaluasi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI), mulai kinerja keuangan dan reputasi hingga minat investor, kontribusi dividen, serta kepemilikan saham publik.
Dalam penilaian tersebut, PGN mendapatkan skor tertinggi, yakni 5, pada empat aspek, yakni kepemilikan saham publik, minat investor, kontribusi dividen, dan reputasi. Penyelenggara turut memperhitungkan pencatatan saham di BEI, publikasi laporan keuangan tahun buku 2025, pemenuhan ketentuan free float atau porsi saham yang beredar di publik, jumlah pemegang saham, serta status perusahaan terkait konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi.
Capaian tersebut didukung kinerja keuangan sepanjang 2025. PGN mencatat pendapatan sebesar US$ 3,9 miliar, tumbuh sekitar 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan juga membukukan laba operasi US$ 519,6 juta dan laba bersih US$ 215,4 juta.
Di luar kinerja operasional, perusahaan menyalurkan dividen tahun buku 2025 sebesar US$ 172,29 juta atau setara sekitar Rp 3,04 triliun. Perhitungan nilai rupiah tersebut menggunakan kurs Bank Indonesia sebesar Rp 17.673 per dolar AS.
Pembagian dividen itu setara dengan dividend payout ratio (DPR) sebesar 80% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 215,36 juta. Rasio tersebut menunjukkan porsi laba bersih yang dialokasikan perusahaan untuk pembayaran dividen kepada pemegang saham.
Besarnya pembagian dividen memperlihatkan kebijakan PGN dalam memberikan imbal hasil kepada investor, sembari mempertimbangkan kebutuhan modal untuk pengembangan usaha. Pengelolaan arus kas dan disiplin belanja menjadi bagian penting agar perusahaan tetap memiliki ruang untuk mendukung kegiatan operasional dan ekspansi jangka panjang.
Di sisi bisnis, PGN menilai kebutuhan gas bumi di dalam negeri masih membuka peluang pertumbuhan. Gas bumi juga memiliki posisi dalam proses transisi energi nasional, terutama untuk mendukung kebutuhan energi selama pengembangan sumber energi baru dan terbarukan berlangsung.
Baca Juga
Saka Energi (PGAS) Bor Sumur Eksplorasi Pekawai, Incar 109 BCF Gas
Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, PGN mengelola penyaluran gas melalui jaringan pipa dan berbagai moda nonpipa. Portofolio tersebut mencakup liquefied natural gas (LNG), yakni gas alam yang dicairkan agar lebih mudah disimpan dan diangkut, serta compressed natural gas (CNG), yaitu gas alam yang dimampatkan untuk distribusi dan penggunaan tertentu.
Penguatan infrastruktur dan optimalisasi aset menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan. PGN juga berupaya meningkatkan efisiensi operasional dan keuangan agar mampu menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan pelanggan serta dinamika industri energi.
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mengembangkan bisnis gas bumi melalui pengelolaan infrastruktur dan penyediaan solusi energi bagi berbagai kelompok pelanggan. Upaya ini mencakup pemenuhan kebutuhan energi sektor industri, komersial, dan segmen pengguna lainnya.
