Pertemuan Sugiono dan Menlu China Bahas Kelanjutan Proyek Kereta Cepat Whoosh
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono menjelaskan bahwa Dialog Strategis Komprehensif (CSD) yang digelar bersama Menlu China, Wang Yi membahas beberapa proyek yang melibatkan kedua negara. Salah satunya, adalah Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Jakarta-Bandung, atau Whoosh.
“Kami tadi membahas mengenai kelanjutan Belt and Road, termasuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh),” kata Sugiono, di kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Sugiono menjelaskan bahwa untuk melanjutkan proyek ini dibutuhkan pendanaan. Whoosh juga memerlukan pengembangan agar bisa mengerek volume penumpang.
Selain membahas Whoosh, Sugiono menjelaskan bahwa Indonesia-China akan meningkatkan kolaborasi untuk mendukung proyek-proyek prioritas dalam pembangunan.
“Dan memperkuat transaksi mata uang lokal,” kata dia.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa KCIC Whoosh saat ini tengah menyelesaikan pengalihan dari Danantara ke pemerintah. Pengalihan ini menjadi pintu masuk penyelesaian utang yang menumpuk di perusahaan patungan dua negara itu.
“Skemanya kita tunggu kapan dikasih ke saya. Baru kita beresin,” kata Purbaya, di kompleks Istana Kepresidenan medio Juli lalu (15/7/2026).
Baca Juga
Pertemuan CSD: Menlu Wang Yi Sebut Indonesia Prioritas Utama Diplomasi China
Purbaya mengatakan skema penyelesaian utang KCIC tersebut sudah selesai. Dia menunggu proses penyelesaiannya.
Menurut Purbaya, penyelesaian utang KCIC tidak harus menggunakan suntikan APBN. Dia akan menggunakan berbagai special mission vehicle atau SMV milik Kementerian Keuangan dan berbagai instrumen.
“Sekarang masih di Danantara, nanti akan diserahkan ke saya (asetnya) karena perintah Pak Presiden, kita yang beresin,” jelas dia.
Eks bos Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tersebut menjelaskan bahwa proses pengalihan aset sedang berjalan. Saat ini, proses tersebut sedang masuk tahap penyelesaian administrasi oleh Danantara.
Ketika Danantara telah menyelesaikan proses administrasi, Purbaya akan menyambut peralihan aset dan melaporkannya ke Presiden Prabowo Subianto.
“Nanti baru kita lapor ke Presiden,” ujar dia.

