Danantara Jamin Legalitas dan Kualitas Unit di Housing Expo 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menjamin seluruh unit hunian yang dipamerkan dalam ajang Danantara Housing Expo 2026 telah lolos kurasi ketat, baik dari segi legalitas dokumen maupun kualitas fisik bangunan. Langkah ini diambil untuk memberikan rasa aman sekaligus kepastian bagi calon pembeli rumah, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management, Dian Takdir Badrsyah, menegaskan bahwa kurasi menyeluruh menjadi kunci agar seluruh unit yang ditawarkan siap diproses melalui skema pembiayaan perbankan yang tersedia tanpa kendala hukum.
“Di sini kami jamin dan kami pastikan bahwa unit yang kita rilis pada saat housing expo ini sudah lulus kurasi mengenai legalitas dan juga untuk kualitas,” ujar Dian dalam konferensi pers Danantara Housing Expo 2026 di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Baca Juga
Dukung Program 3 Juta Rumah, Danantara Gelar Housing Expo 2026: KPR Bunga 2,75% dan DP Mulai 1%
Dian menambahkan, skema pembiayaan MBR yang ditawarkan telah disesuaikan dengan regulasi terbaru Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Kebijakan ini dirancang secara terukur dengan mempertimbangkan daya beli aktual masyarakat agar kewajiban cicilan tidak menjadi beban finansial yang memberatkan di kemudian hari.
Dorong Keterjangkauan Cicilan lewat Tenor 30 Tahun
Guna makin menekan besaran angsuran bulanan, Danantara memfasilitasi skema pembiayaan khusus dengan jangka waktu tenor yang ekstra panjang hingga 30 tahun.
Managing Director Stakeholders Management BPI Danantara, Rohan Hafas, menjelaskan bahwa fleksibilitas tenor menjadi faktor krusial dalam menciptakan angsuran yang benar-benar terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan terbatas. Menurutnya, skema tenor hingga tiga dekade ini terbilang langka di industri perbankan nasional.
“Pembiayaan tidak saja dari sisi perbankan, tetapi syarat bisa 30 tahun itu sebuah hal yang juga jarang dilakukan. Melalui jangka waktu yang panjang tersebut, besaran cicilan dapat ditekan hingga berada di kisaran Rp1 jutaan per bulan, sehingga lebih relevan dengan batas kemampuan masyarakat,” kata Rohan.

