Jargas Sleman Capai 141 Km, PGN Gagas (PGAS) Bidik Pelanggan Bisnis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), subholding gas PT Pertamina, melalui anak usahanya PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas), terus memperluas pemanfaatan gas bumi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pengembangan klasterisasi compressed natural gas atau CNG untuk jaringan gas bumi di Kabupaten Sleman menjadi salah satu area yang dibidik untuk memperbesar pasar gas bumi, terutama dari sektor komersial dan industri.
Direktur Utama PGN Gagas Santiaji Gunawan mengatakan pengembangan CNG perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan energi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Kami melihat ini bukan soal menggantikan satu energi dengan energi lain, melainkan memperluas pilihan. Masyarakat maupun pelaku usaha membutuhkan akses terhadap beragam sumber energi yang andal, terjangkau, dan berbasis sumber daya dalam negeri. CNG merupakan salah satu opsi energi yang telah tersedia dan dapat terus dikembangkan secara bertahap sesuai dengan arah kebijakan pemerintah,” ujar Santiaji dikutip Kamis (20/8/2026).
Baca Juga
PGN (PGAS) Perkuat Keandalan Infrastruktur Gas Lewat Budaya Keselamatan
Berdasarkan data infrastruktur klasterisasi CNG jaringan gas bumi Sleman, jaringan tersebut telah didukung 1 unit pressure regulating station (PRS), fasilitas yang mengatur tekanan gas sebelum disalurkan kepada pelanggan. Infrastruktur itu juga mencakup pipa DTM berdiameter 180 mm dan 90 mm sepanjang 15,9 kilometer serta 5 unit regulating station (RS).
Sementara itu, jaringan pipa DTR berdiameter 63 mm telah mencapai 125,5 kilometer. Jika digabungkan, total panjang jaringan yang tercatat dalam sistem tersebut mencapai sekitar 141,4 kilometer.
Dari sisi pelanggan, jaringan gas tersebut telah melayani 4.545 pelanggan rumah tangga, 6 pelanggan kecil, serta 4 pelanggan komersial dan industri. Dengan demikian, total pelanggan yang tercatat mencapai 4.555 pelanggan.
CNG Perluas Akses di Luar Jaringan Pipa
Pengembangan CNG menjadi penting karena memungkinkan gas bumi disalurkan kepada pelanggan yang belum terjangkau jaringan pipa gas utama. Melalui konsep beyond pipeline, CNG dapat diangkut menggunakan Gas Transportation Module atau GTM dari sumber pasokan menuju lokasi pelanggan. Gas kemudian diatur tekanannya melalui PRS sebelum disalurkan melalui jaringan menuju pelanggan.
PGN Gagas juga telah mengembangkan layanan Gaslink untuk pelanggan industri, komersial dan usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Secara nasional, layanan tersebut telah melayani lebih dari 600 pelanggan dengan total penyaluran mencapai 4.067.002 MMBTU sepanjang 2025.
Menurut Santiaji, pengembangan CNG tetap mempertimbangkan aspek keekonomian, kesiapan infrastruktur dan kebutuhan pasar. Pasokan gas untuk CNG juga terintegrasi dengan jaringan infrastruktur PGN sehingga mendukung optimalisasi pemanfaatan gas bumi domestik.
Dari sisi bisnis, pengembangan jaringan gas bumi di Sleman memberikan peluang bagi PGN Gagas untuk meningkatkan penetrasi pasar di luar pelanggan rumah tangga. Segmen perhotelan, rumah sakit, restoran, laundry, UMKM, industri makanan dan berbagai kegiatan usaha memiliki kebutuhan energi yang relatif rutin. Karakteristik tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan volume penyaluran gas sekaligus mengoptimalkan infrastruktur yang telah dibangun.
Pada 2025, Gagas mencatat penyaluran sekitar 4.656.449 MMBTU gas bumi melalui layanan liquefied natural gas (LNG) untuk berbagai segmen industri, komersial, UMKM dan transportasi.
Baca Juga
PGAS Perbarui PGN Mobile, Kini Bisa Integrasikan 5 ID Pelanggan dan Validasi Data 'Real Time'
Dari Infrastruktur ke Pertumbuhan Bisnis
Dengan jaringan sekitar 141,4 kilometer dan lebih dari 4.500 pelanggan, jaringan gas bumi Sleman telah memiliki fondasi untuk dikembangkan menjadi salah satu ekosistem pemanfaatan gas bumi di Yogyakarta. Tantangan berikutnya berada pada peningkatan utilisasi jaringan melalui perluasan pelanggan, khususnya sektor komersial dan industri yang membutuhkan pasokan energi secara berkelanjutan.
Santiaji mengatakan Gagas akan terus mengembangkan pemanfaatan CNG dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar dan kesiapan infrastruktur.
“Semakin beragam pilihan energi yang tersedia, semakin kuat ketahanan energi kita sebagai bangsa. CNG hadir sebagai salah satu opsi yang melengkapi energi eksisting dalam kerangka bauran energi nasional,” kata Santiaji.

