Hartadinata (HRTA) Tembus 'Top 30 Fortune', Laba Bersih 2025 Naik 121%
Poin Penting
|
BANDUNG, Investortrust.id - PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), perusahaan yang bergerak dalam bisnis emas terintegrasi, naik 39 peringkat dalam daftar Fortune Indonesia 100 menjadi posisi ke-27 pada 2026. Pencapaian tersebut membawa HRTA untuk pertama kalinya masuk jajaran 30 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune, setelah sebelumnya berada di posisi ke-66.
Kenaikan peringkat tersebut mencerminkan pertumbuhan kinerja HRTA sepanjang 2025 yang ditopang ekspansi bisnis grosir serta perluasan jaringan distribusi.
"Kenaikan peringkat ini bukan sekadar angka, melainkan validasi atas strategi pertumbuhan jangka panjang yang telah kami jalankan secara konsisten. Ini mencerminkan bagaimana kinerja fundamental yang solid, mulai pertumbuhan pendapatan, penguatan kapasitas produksi, hingga perluasan pasar, dapat diterjemahkan menjadi pengakuan dan kepercayaan yang lebih luas dari investor maupun publik," ujar Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto dikutip Rabu (19/8/2026).
Baca Juga
Perkuat Ekonomi Nasional, Ekosistem Bank Emas RI Kelola Logam Mulia senilai Rp 360 Triliun
HRTA mencatat pendapatan Rp 44,55 triliun pada tahun fiskal 2025 atau meningkat 144,39% secara tahunan. Laba bersih perseroan juga melonjak 121,29% menjadi Rp 978,49 miliar. Pertumbuhan tersebut berlanjut hingga semester I-2026. HRTA membukukan pendapatan Rp 33,80 triliun, naik 124,61% secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 100,86% menjadi Rp 700,01 miliar.
Selain pertumbuhan kinerja, posisi HRTA di pasar modal juga mengalami penguatan. Saham perseroan telah masuk indeks LQ45, di Bursa Efek Indonesia (BEI). Masuknya HRTA ke dalam LQ45 membuka peluang lebih besar bagi investor institusi dan produk investasi yang mengacu pada indeks tersebut untuk memiliki saham perseroan. Kondisi ini juga berpotensi memperluas basis investor sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan saham HRTA.
Direktur Investor Relations PT Hartadinata Abadi Tbk Thendra Crisnanda mengatakan masuknya HRTA ke LQ45 menjadi salah satu pencapaian yang memperkuat posisi perseroan di pasar modal.
Di sisi operasional, HRTA juga tengah menyelesaikan proses sertifikasi London Bullion Market Association atau LBMA melalui fasilitas pemurnian emas milik perseroan, Mas Murni Abadi. Sertifikasi tersebut ditargetkan rampung sebelum akhir 2026.
"Kenaikan peringkat di Fortune Indonesia 100 sejalan dengan sejumlah pencapaian penting lain yang memperkuat fundamental investasi HRTA. Inklusi ke dalam indeks LQ45 memberikan akses yang lebih luas kepada basis investor institusi, sementara proses sertifikasi LBMA yang tengah kami tuntaskan akan membuka jalan bagi produk emas HRTA untuk diterima dengan standar internasional. Kedua hal ini menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan nilai perseroan secara berkelanjutan," ujar Thendra.
Ekosistem Emas Indonesia Berkembang
Penguatan posisi HRTA berlangsung ketika ekosistem investasi emas Indonesia semakin berkembang. BEI telah meluncurkan ETF emas pertama di pasar modal Indonesia, menambah pilihan instrumen bagi investor yang ingin memperoleh eksposur terhadap emas.
HRTA melihat perkembangan tersebut sebagai bagian dari perluasan ekosistem emas nasional. Instrumen investasi emas kini mencakup emas fisik, emas digital, hingga ETF emas yang memberikan alternatif berbeda bagi investor.
Baca Juga
Permintaan Tinggi, Picu Kenaikan HPE dan Harga Referensi Emas 0,65%
Perkembangan instrumen tersebut turut berjalan beriringan dengan meningkatnya kebutuhan emas fisik berkualitas dari sektor jasa keuangan dan bank bullion. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis grosir HRTA sepanjang tahun berjalan.
"Kami melihat pertumbuhan ekosistem investasi emas, termasuk kehadiran ETF emas, sebagai bagian dari perjalanan yang sama dengan apa yang kami bangun selama ini. Semakin banyak instrumen yang memperluas akses masyarakat terhadap emas, semakin besar pula peran strategis yang dapat kami mainkan sebagai penyedia emas fisik berkualitas dan bersertifikasi," kata Sandra.

