Menteri Ara Tata Kawasan Kumuh Jaktim Mulai Pekan Depan, 1.050 Rumah Dibedah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menyatakan, program bedah rumah tidak layak huni (RTLH) di Jakarta Timur sebanyak 1.050 unit akan dimulai pada 18 Agustus 2026 dan ditargetkan rampung seluruhnya pada Desember 2026.
"Kenapa saya datang ke sini? Saya tanya beberapa waktu lalu kepada Bapak Gubernur Mas Pramono, daerah yang paling kumuh di Jakarta di mana? Beliau menyebut dua, yang pertama di Cakung (Jakarta Timur), yang kedua di Tambora (Jakarta Barat)," kata Ara di Cakung, Jakarta Timur, Kamis (13/8/2026).
Menurut Maruarar, program bedah rumah di Cakung akan dimulai pada pekan depan dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.
"Kebijakan saya, satu Kecamatan Cakung, rumah yang tidak layak huni kita bereskan dengan bekerja sama. Dananya sudah siap, orangnya sudah siap, dan segera dimulai minggu depan, 18 Agustus (2026)," ujarnya.
Dia menyebut terdapat 1.050 unit rumah di tujuh kelurahan di Jakarta Timur yang akan diselesaikan hingga Desember 2026. Pelaksanaan setiap rumah akan dilakukan setelah melalui proses pendataan dan verifikasi.
"Yang penting, di Cakung ini tahun ini harus selesai semua. Karena Jakarta Timur ini kan bukan ini saja. Jadi ada tujuh kelurahan. Total ada 1.050 (unit). Jadi, kita selesai harus Desember. Itu serapan harus selesai di Cakung. Tentu ada yang ditemukan duluan, diverifikasi duluan, jadi mulai duluan dan selesai duluan. Tapi secara menyeluruh kita mau Desember selesai," lanjutnya.
Maruarar menambahkan, program tersebut juga melibatkan tenaga kerja dan sektor usaha terkait pembangunan rumah, mulai dari tukang, toko bangunan hingga transportasi pengangkutan material.
Baca Juga
Kementerian PKP Kaji Skema Pendaftaran Mandiri Penerima Program Bedah Rumah Mulai 2027
"Setiap rumah itu ada dua orang yang bekerja. Jadi, ada ribuan orang yang bisa bekerja. Toko bangunan akan mendapat pekerjaan, order semen, pasir, kayu, kaca, cat, keramik, dan sebagainya," jelasnya.
Selain program bedah rumah, Kementerian PKP juga menjalankan sejumlah program pendukung bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk sertifikasi tanah gratis bersama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Menteri Ara mendorong pembiayaan bagi MBR melalui PT Permodalan Nasional Madani (PNM). "PNM Mekaar sudah diturunkan bunganya oleh Presiden Prabowo dari 20% lebih menjadi 8%. Saya rasa komunitas ini lebih cocok menggunakan PNM," imbuhnya.
Sementara untuk KUR perumahan, Maruarar mengatakan, plafonnya telah dinaikkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun pada Juni 2026.
"Untuk pinjaman Rp 100 juta ke bawah, tidak perlu jaminan, bunganya hanya 0,5%. Kemudian untuk kontraktor, developer, dan toko bangunan, bunganya disubsidi 5% selama mereka merupakan UMKM," jelas Ara.
Kementerian PKP mengalokasikan bantuan bedah rumah sebanyak 10.300 unit di Provinsi DKI Jakarta pada 2026. Alokasi tersebut terdiri atas 10.000 unit untuk wilayah perkotaan dan 300 unit untuk wilayah pesisir.
Dari lima wilayah kota administrasi di Jakarta, masing-masing mendapatkan alokasi 2.000 unit. Sementara itu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu mendapatkan alokasi 300 unit. Alokasi tersebut meningkat dibandingkan 2025 yang tercatat sebanyak 158 unit.
Baca Juga
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik Ribuan Persen Jadi 10.000 Unit pada 2026
Dengan demikian, alokasi bedah rumah DKI Jakarta pada 2026 bertambah 10.142 unit atau sekitar 6.415,98% dibandingkan tahun sebelumnya. Khusus Jakarta Timur, berdasarkan hasil intervensi dan verifikasi, terdapat 1.087 unit yang tersebar di 10 kecamatan dan 37 kelurahan.
Rinciannya, yakni Kecamatan Pulogadung 6 unit, Matraman 135 unit, Jatinegara 315 unit, Cakung 124 unit, Duren Sawit 251 unit, Makasar 2 unit, Cipayung 96 unit, Kramatjati 144 unit, Pasar Rebo 8 unit, dan Ciracas 6 unit.
Besaran bantuan bedah rumah dalam program tersebut mencapai Rp 20 juta per unit untuk peningkatan kualitas rumah.

