UNY Operasikan Bus Listrik VKTR, Perkuat Kolaborasi dengan Industri Nasional untuk Mobilitas Kampus Berkelanjutan
Poin Penting
|
YOGYAKARTA, investortrust.id – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) memperkuat kolaborasi dengan industri nasional dalam membangun mobilitas kampus berkelanjutan melalui pengoperasian dua unit bus listrik 8 meter produksi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Selain mendukung aktivitas sivitas akademika, kehadiran armada ramah lingkungan itu menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan manufaktur dalam negeri mampu mendorong percepatan transisi menuju transportasi rendah emisi. Penyerahan dua unit bus listrik tersebut dilakukan di Kampus UNY, Yogyakarta, Selasa (11/8/2026).
“Kerja sama ini menjadi bukti bahwa produk manufaktur dalam negeri semakin dipercaya untuk memenuhi kebutuhan transportasi institusi dengan standar teknologi dan kualitas yang kompetitif,” kata Direktur Utama PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk, Anindra Ardiansyah Bakrie dalam ketarangan resmi yang diterima investortrust.id di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Ardiansyah Bakrie mengungkapkan, bus yang digunakan UNY merupakan bus listrik VKTR 8 meter yang dirancang untuk mobilitas kawasan. Kendaraan ini mampu mengangkut hingga 30 penumpang dalam konfigurasi duduk dan berdiri, serta memiliki jarak tempuh hingga 270 km dalam sekali pengisian daya.
Baca Juga
“Dengan sistem penggerak yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik, bus tersebut menawarkan operasional yang lebih efisien, sekaligus menghasilkan emisi yang jauh lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil,” tutur dia.
Ardi Bakrie menjelaskan, kepercayaan yang diberikan UNY kepada manufaktur kendaraan listrik komersial pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kendaraan listrik nasional. “Kami mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Universitas Negeri Yogyakarta kepada VKTR,” tegas dia.
Menurut dia, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa industri manufaktur nasional mampu menghadirkan solusi mobilitas yang efisien, andal, dan berkelanjutan bagi berbagai institusi.
“Kolaborasi ini membuktikan produk manufaktur dalam negeri mampu menjawab kebutuhan mobilitas institusi dengan solusi yang efisien, andal, dan berkelanjutan,” ujar dia.
Ardi berharap kehadiran bus listrik di lingkungan kampus tidak hanya mendukung operasional sehari-hari, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Baca Juga
Bagi VKTR, kata Ardi Bakrie, kerja sama dengan UNY juga sejalan dengan agenda nasional dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi transisi energi dan pengurangan emisi sektor transportasi.
“Lingkungan kampus memiliki posisi strategis sebagai ruang implementasi sekaligus laboratorium pembelajaran bagi generasi muda mengenai pentingnya pembangunan berkelanjutan dan mobilitas rendah karbon,” papar dia.
Lebih Modern dan Ramah Lingkungan
Di sisi lain, UNY memandang penggunaan bus listrik sebagai bagian dari komitmen institusi dalam menciptakan ekosistem kampus yang lebih modern dan ramah lingkungan. Pengoperasian bus listrik VKTR sejalan dengan agenda keberlanjutan yang tengah dijalankan kampus.
“Penggunaan bus listrik VKTR merupakan bagian dari upaya UNY dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau,” kata Rektor UNY, Prof Sumaryanto.
Langkah tersebut, menurut Sumaryanto, sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 7 tentang energi bersih dan terjangkau, SDGs 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, dan SDGs 13 mengenai penanganan perubahan iklim.
Kerja sama dengan VKTR juga mendukung pelaksanaan indikator kinerja utama perguruan tinggi, terutama tentang kemitraan dan pemanfaatan hasil karya oleh masyarakat. “Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi contoh implementasi teknologi ramah lingkungan di sektor pendidikan,” ujar dia.
Dalam proyek ini, VKTR juga menggandeng perusahaan karoseri nasional, Laksana, sebagai mitra produksi bus listrik yang digunakan UNY.
Direktur Teknik Laksana, Stefan Arman menilai kolaborasi tersebut menjadi bukti kemampuan industri otomotif nasional dalam menghasilkan kendaraan berkualitas tinggi dengan kandungan lokal yang kuat.
“Kolaborasi Laksana dan VKTR untuk bus listrik UNY membuktikan satu hal, yaitu industri karoseri dalam negeri mampu bersaing dengan produk CBU,” tandas dia.
Stefan mengemukakan, bus listrik tersebut diproduksi dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi, dari struktur bodi, sistem kelistrikan, hingga proses perakitan akhir. “Standar kualitas dan keamanannya kami jaga setara dengan produk impor,” tutur dia.
Namun, kata Stefan Arman, proyek ini bukan semata-mata soal teknologi atau manufaktur. “Kehadiran bus listrik di kampus UNY adalah langkah nyata menuju transportasi yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tegas dia.
Stefan menambahkan, penggunaan kendaraan listrik di lingkungan pendidikan turut mendukung agenda SDGs, terutama di bidang energi bersih dan mobilitas rendah emisi. “Sinergi antara industri dan perguruan tinggi seperti ini yang akan mempercepat transisi energi nasional,” ucap dia.
Ardi Bakrie mengatakan, sebagai pelopor elektrifikasi kendaraan komersial di Indonesia, VKTR terus memperluas implementasi solusi mobilitas listrik ke berbagai sektor, mulai transportasi publik, logistik, kawasan industri, hingga institusi pendidikan.
VKTR meyakini percepatan adopsi kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antara industri, institusi pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem mobilitas berkelanjutan di Indonesia.

