Pertamina Patra Niaga Rampungkan Docking 12 Kapal hingga Juli 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Patra Niaga, subholding downstream PT Pertamina, telah merampungkan proses docking terhadap 12 kapal pada periode Februari hingga Juli 2026 untuk menjaga keandalan armada laut yang menopang distribusi energi nasional.
Kapal-kapal tersebut menjalani pemeliharaan berkala melalui inspeksi, perawatan menyeluruh, penggantian komponen, hingga pengujian operasional sebelum kembali bertugas. Pengaturan jadwal dilakukan agar proses pemeliharaan tetap berjalan tanpa mengganggu kontinuitas pasokan energi kepada masyarakat.
Sebanyak 12 kapal yang telah menyelesaikan docking terdiri atas 2 kapal Crude, 3 kapal Gas & Petrochemical, 4 kapal Product-I, dan 3 kapal Product-II. Armada tersebut mencakup MT Serui, MT Gede, Transko Bima, Transko Aquila, Transko Aries, PIS Cepu, MT Matindok, MT Kasim, MT Pegadun, MT Sambu, MT Kamojang, dan MT Pasaman.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan proses docking dirancang agar kegiatan pemeliharaan armada dapat berjalan beriringan dengan operasional distribusi energi.
"Program docking merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan pemeliharaan armada berjalan beriringan dengan operasional distribusi energi. Melalui pengaturan jadwal armada yang terencana, kami memastikan kontinuitas pasokan BBM, LPG, avtur, dan produk energi lainnya kepada masyarakat tetap terjaga," ujar Kitty dikutip Selasa (11/8/2026).
Pemeliharaan armada mencakup pemeriksaan struktur lambung, sistem propulsi, mesin utama dan mesin bantu, sistem perpipaan, tangki muatan, peralatan navigasi, hingga perangkat keselamatan kapal.
Baca Juga
Seskab Ungkap Prabowo Terima Laporan Dirut Pertamina soal Kemajuan B50 dan Kesiapan Bioetanol
Selain pemeriksaan, perusahaan melakukan pemeliharaan preventif, pengecatan ulang lambung, penggantian komponen yang telah mencapai masa pakai, serta pengujian kelaiklautan. Seluruh proses tersebut dilakukan sesuai standar industri maritim dan ketentuan klasifikasi yang berlaku.
Kitty mengatakan pemeliharaan berkala menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga kondisi setiap kapal agar tetap siap digunakan dalam mendukung distribusi energi.
"Keandalan armada laut menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat. Melalui program docking yang dilakukan secara berkala, Pertamina Patra Niaga memastikan setiap kapal berada dalam kondisi prima sehingga siap mendukung distribusi BBM, LPG, avtur, maupun produk energi lainnya secara aman, andal, dan berkelanjutan," katanya.
Pelaksanaan docking juga menjadi bagian dari pengelolaan armada yang menempatkan keselamatan dan kepatuhan terhadap regulasi maritim sebagai aspek utama. Kapal yang selesai menjalani pemeliharaan harus melalui rangkaian pemeriksaan dan pengujian sebelum kembali menjalankan aktivitas operasional.
Pertamina Patra Niaga melaksanakan kegiatan tersebut di sejumlah galangan kapal nasional. Pemanfaatan galangan dalam negeri mencakup pekerjaan pemeliharaan, perbaikan komponen, pengecatan, pemeriksaan sistem kapal, hingga pengujian sebelum armada kembali beroperasi.
Baca Juga
Pertamina Dorong Suplier Perkuat Keselamatan dan Rantai Pasok
Perusahaan selanjutnya mempertahankan program pemeliharaan armada secara berkelanjutan dengan mengedepankan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE), kepatuhan terhadap regulasi maritim, serta praktik operasional yang berlaku di industri pelayaran.
Program tersebut mencakup pengaturan waktu docking dan kesiapan kapal pengganti sehingga armada yang sedang menjalani pemeliharaan tidak menghambat pergerakan distribusi energi. Kapal yang kembali beroperasi kemudian digunakan untuk mendukung pengangkutan BBM, LPG, avtur, serta berbagai produk energi lainnya ke sejumlah wilayah di Indonesia.

