PT Namnam Fashion PHK 178 Karyawan, Menperin Sebut Akibat Pasar Ekspor Lesu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan tanggapan terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa 178 karyawan di perusahaan tekstil, yakni PT Namnam Fashion Industries di Cimahi, Jawa Barat.
Menperin Agus menjelaskan, PHK tersebut terjadi dikarenakan menurunnya kinerja hingga permintaan pasar ekspor. Dengan kondisi tersebut, PT Namnam mengambil langkah penyesuaian bisnis dengan menonaktifkan dua dari tiga fasilitas produksinya.
Menurut Agus, berdasarkan pemantauan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), perusahaan masih mengoperasikan satu fasilitas produksi, sementara dua pabrik lainnya dihentikan operasinya sebagai bagian dari efisiensi usaha.
"Mereka punya tiga fasilitas produksi, yang dua dinonaktifkan. Karena kalau dilihat dari balance sheet-nya, income mereka memang terus-menerus menurun. Kemungkinan berkaitan dengan kemampuan pasar atau penyerapan produk mereka di pasar ekspor, sehingga harus melakukan penyesuaian. Yang satu masih tetap beroperasi dan terus kami pantau," kata Agus kepada awak media di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Baca Juga
Bukan Masalah Domestik, KSPI Ungkap Pemicu Utama Badai PHK Garmen di Indonesia
Meski terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan tersebut, Agus menegaskan kondisi tersebut tidak dapat dijadikan gambaran umum sektor manufaktur. Ia merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan industri manufaktur masih mencatat penambahan penyerapan tenaga kerja.
Menurutnya, sektor manufaktur membukukan pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,09%. Meski secara persentase terlihat kecil, tambahan tersebut dinilai signifikan karena skala industri manufaktur yang sangat besar.
"Kalau bicara soal ketenagakerjaan, rilis BPS jelas menyatakan sektor manufaktur mencetak pertumbuhan penyerapan tenaga kerja sebesar 0,09 persen. Terlihat kecil, tetapi size sektor manufaktur sangat besar sehingga tetap menciptakan lapangan kerja baru," ujarnya.
Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini mengakui masih terdapat sejumlah sektor lain yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja. Karena itu, pemerintah akan memberikan perhatian khusus terhadap sektor-sektor yang terdampak agar tidak memicu gelombang PHK lebih luas.
"Ada sektor-sektor lain yang memang tercatat mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja. Itu yang harus dan pasti akan menjadi perhatian khusus pemerintah," imbuh Menperin Agus.

