Menko Airlangga Fasilitasi Pertemuan Bisnis Pengusaha RI-Jerman, Bahas Poin Penting Ini!
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah Indonesia bergerak cepat menindaklanjuti pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Jerman di Istana Negara. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menggelar pertemuan strategis dengan delegasi bisnis asal Jerman untuk membahas perluasan investasi dan kerja sama ketenagakerjaan.
Dalam pertemuan tersebut, Menko Airlangga turut menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia yang dipimpin oleh Ketua Umum Anindya Novyan Bakrie guna mengeksplorasi peluang pasca-perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (EU-CEPA).
Menko Airlangga mengungkapkan para pelaku usaha dari negara ekonomi terbesar di Eropa tersebut menunjukkan ketertarikan yang sangat tinggi terhadap potensi hilirisasi di Indonesia, khususnya pada sektor komoditas strategis.
Baca Juga
Bertemu Prabowo, Steinmeier Sebut Indonesia Punya Daya Tarik Investasi bagi Jerman
"Mereka menanyakan sektor apa lagi yang bisa mendorong kerja sama Indonesia dan Jerman. Terutama mereka tertarik terkait dengan rare earth, juga termasuk mengenai nikel," ujar Airlangga ditemui usai pertemuan tertutup di kantornya, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Meski demikian, Airlangga juga memberikan catatan terkait industri baja. Ia menyampaikan saat ini Eropa tengah mengalami excess capacity (kelebihan kapasitas) produksi baja, di mana mereka berencana memangkas produksinya dari 80 juta ton menjadi 40 juta ton. Oleh karena itu, Indonesia mengarahkan kerja sama ke sektor-sektor berkembang lain agar tidak menambah beban kapasitas tersebut.
Selain sektor investasi, isu ketenagakerjaan menjadi poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Mengingat Jerman tengah menghadapi tantangan penurunan jumlah generasi muda atau krisis demografi, negara tersebut menyatakan sangat terbuka untuk memanfaatkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) asal Indonesia.
Merespons peluang emas ini, pemerintah bergerak taktis dengan menyiapkan agenda konkret yang akan dibawa ke dalam pertemuan Joint Commission on Industry and Economy pada September mendatang. Dalam forum tersebut, kedua belah pihak berencana mematangkan skema penempatan tenaga kerja serta program pelatihan dua arah, baik untuk tenaga kerja Indonesia maupun Jerman.
Baca Juga
Prabowo Ingin Perluas Peluang WNI Kerja di Jerman, Terutama Bidang Teknologi dan Keperawatan
Guna memastikan rencana ini berjalan matang, Menko Airlangga menginstruksikan langsung kepada Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, untuk segera mengorganisasi langkah-langkah teknis dan mengawal kesiapan para pelaku usaha dalam menyukseskan program tersebut.
Senada dengan Menko Airlangga, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyambut positif komitmen tinggi dari delegasi bisnis Jerman. Ia menegaskan Kadin siap memfasilitasi peningkatan *Foreign Direct Investment* (FDI) dari Jerman, terutama pada sektor-sektor masa depan.
"Animonya sangat besar untuk berdagang memanfaatkan EU-CEPA. Untuk industrialisasi, fokusnya mulai dari mineral kritis, energi transisi, hingga advanced manufacturing," kata Anindya.
Terkait isu ketenagakerjaan, Anindya sangat mengapresiasi langkah pemerintah yang memperjuangkan posisi pekerja migran Indonesia. Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga menjadi sarana transfer teknologi yang efektif.
"Bahkan dari pihak Jerman menginginkan adanya pertukaran pekerja. Jadi bukan hanya menjaga hubungan baik people-to-people, tetapi juga saling belajar agar kapasitas dan ilmu SDM kita semakin tinggi di era industrialisasi ini," pungkasnya.
Sebelumnya Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federasi Jerman Frank-Walter Steinmeier membahas upaya penguataan kemitraan strategis Indonesia Jerman di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, investasi, transisi energi, pendidikan, hingga ketenagakerjaan. Hal itu disampaikan Prabowo dalam pernyataan bersama dengan Steinmeier seusai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026).
"Pada pertemuan hari ini, kita membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan," kata Prabowo.
Di bidang ekonomi, Prabowo dan Steinmeier sepakat meningkatkan volume perdagangan dan investasi kedua negara yang saling menguntungkan. Selain itu, Prabowo juga menekankan pentingnya Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera mencapai kesimpulan substantif. Prabowo berharap Jerman dapat terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa terkait IEU CEPA.
"Sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara," katanya.
Selain itu, Prabowo menyatakan, kerja sama Indonesia dan Jerman juga dilakukan melalui program Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration Program (CITA).
Indonesia, kata Prabowo, mengundang Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia. Beberapa di antaranya transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan, dan pengembangan industri semikonduktor.

