Salurkan 938 Ribu Ton Beras SPHP, Bulog Sebut 85,50% Target Sudah Terealisasi
JAKARTA, investortrust.id – Perum Bulog telah menyalurkan sebanyak 938.475 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga 15 November 2023.
Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita mengatakan, realisasi tersebut mencerminkan 85,50% dari dari target yang ditugaskan pemerintah untuk seluruh wilayah Indonesia.
"Sampai saat ini kami sudah menyalurkan sebanyak 938.475 ton seluruh Indonesia, ini sudah cukup banyak," ucapnya di Gedung Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Jumat (17/11/2023).
Baca Juga
Selain menyalurkan beras SPHP, Febby mengungkapkan, pihaknya diminta pemerintah untuk membagikan Bansos Beras kepada 21 juta orang penerima manfaat (KPM). Masing-masing KPM mendapat jatah 10 kilogram.
"Jadi ini kan bisa mengurangi 21 juta orang masuk pasar lah kira-kira gitu. Tugas ini sudah disampaikan pak Presiden hingga Desember 2023 dan bahkan sampai Juni 2024. Sampai benar-benar harga beras ini bisa turun," ungkap Febby.
Tak sampai di situ, Bulog juga mendapatkan tugas baru dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk menggelontorkan sebanyak 200.000 ton beras komersil ke penggilingan dan distributor. Beras itu dijual di bawah HET beras premium Rp 13.900 guna menjaga stabilitas harga beras di eceran.
Baca Juga
Indonesia Kejar Target Rasio Kewirausahaan 12%, Indikator Ini Harus Dipenuhi
"Ada penugasan baru, karena harga (beras) premium sudah mahal sekarang tembus Rp 16.000, padahal sebenarnya HET-nya itu 13.900 untuk premium. Tetapi sekarang itu sudah sampai Rp 16.000, di lapangan Satgas Pangan juga enggak bisa (intervensi), karena kondisinya harga dapatnya juga sudah tinggi ya," paparnya.
"Nah karena itu kami kemarin, sudah mendapatkan penugasan juga dari Badan Pangan untuk mendistribusikan beras komersial yang berasal dari beras SPHP itu jadi dialihkan sekitar 200.000 ton lalu kita jual secara komersil," tandas Febby. (CR-9)

