PGN (PGAS) Raih Pengakuan atas Tata Kelola dan Kepatuhan Hukum
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) meraih predikat tertinggi Saphire dalam Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026. Penghargaan tersebut memperkuat posisi PGN sebagai perusahaan energi yang menerapkan tata kelola dan kepatuhan hukum sesuai praktik terbaik di kawasan Asia Tenggara.
Dalam ajang tersebut, PGN memperoleh penghargaan Best Enterprise in Regulatory Compliance dengan peringkat Saphire, level tertinggi dalam sistem penilaian IRCA 2026. Berdasarkan metodologi klasifikasi Prosper, PGN masuk dalam kategori Prosper A yang diperuntukkan bagi industri dengan tingkat regulasi dan kompleksitas bisnis yang tinggi.
Baca Juga
PGN (PGAS) Kunci Pasokan Gas dan LNG Domestik di IPA Convex 2026
Prestasi PGN tidak hanya tercermin pada tingkat korporasi. Division Head Legal Compliance & GCG PGN Marie Siti Mariana Massie juga meraih penghargaan Most Inspiring Leader in Regulatory Compliance untuk kategori industri minyak dan gas hulu maupun hilir.
Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, pengakuan tersebut hadir di tengah meningkatnya tantangan kepatuhan yang dipengaruhi transformasi digital, penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tuntutan environmental, social, and governance (ESG), ketidakpastian geopolitik, serta meningkatnya ekspektasi terhadap transparansi bisnis.
"Dalam proses penilaian, PGN dinilai berhasil membangun budaya kepatuhan regulasi yang kuat, menerapkan prinsip good corporate governance (GCG) atau tata kelola perusahaan yang baik, serta memperkuat sistem manajemen risiko untuk mendukung keberlanjutan usaha," kata dia dikutip Selasa (2/6/2026).
PGN juga terus mentransformasi fungsi legal dan compliance agar tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi menjadi bagian penting dari strategi bisnis perusahaan.
“Penghargaan ini merupakan bukti komitmen PGN dalam mengintegrasikan kepatuhan hukum ke dalam setiap lini strategi bisnis perusahaan. Pada klasifikasi prosper A yang penuh tantangan, PGN terus menjadikan compliance sebagai fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar dia,
Penilaian IRCA 2026 dilakukan melalui mekanisme self-assessment yang menitikberatkan pada kemampuan perusahaan membangun sistem kepatuhan dan pengawasan internal yang efektif.
Indikator yang dievaluasi mencakup kepatuhan terhadap regulasi, sosialisasi aturan internal, inovasi teknologi pendukung compliance, pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai aspek lain yang berkaitan dengan penguatan tata kelola perusahaan.
Standar penilaian IRCA 2026 juga mengacu pada sejumlah praktik terbaik tata kelola perusahaan di Asia Tenggara. Untuk itu, penghargaan tersebut menjadi salah satu tolok ukur penting dalam menilai kualitas sistem kepatuhan dan pengendalian internal perusahaan.
Baca Juga
Pertamina Gandeng PGN (PGAS) dan Pupuk Indonesia Kembangkan CCS untuk Amonia Rendah Karbon
Sementara itu, penilaian untuk kategori Most Inspiring Leader berfokus pada peran aktif pimpinan dalam pengelolaan sumber daya manusia, pelaksanaan evaluasi kepatuhan, penanganan pelanggaran, hingga kemampuan membangun hubungan konstruktif dengan regulator.
Menurut Fajriyah, pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi PGN untuk terus memperkuat budaya integritas dan transparansi di seluruh lini organisasi. “Pencapaian ini menjadi dorongan bagi PGN untuk terus memperkuat budaya integritas, transparansi, dan kepatuhan hukum sebagai fondasi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” tutup Fajriyah.

